Forum Tematis Bakohumas Kemlu, Gaya Diplomasi Masa Kini Dituntut Libatkan Masyarakat

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 3 Juni 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 35.265 Kali
Staf Ahli Menkominfo Henry Subiakto menjadi narasumber dalam Forum Bakohumas Kemlu, di Palembang, Sumsel, Kamis (2/6). (Foto: Dani K/Humas)

Staf Ahli Menkominfo Henry Subiakto menjadi narasumber dalam Forum Bakohumas Kemlu, di Palembang, Sumsel, Kamis (2/6). (Foto: Humas/Dhany)

Untuk mengikuti perkembangan teknologi informasi yang pesat, gaya diplomasi masa kini dituntut melibatkan unsur masyarakat. “Kita semua punya kesempatan berdiplomasi karena teknologi informasi mempunyai kemampuan berkomunikasi dengan warga negara lain,” kata Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Media Massa, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Henri Subiakto saat memberikan sambutan pada Forum Tematis Bakohumas di Novotel Palembang, Kamis (2/6) pagi.

Henri menambahkan, gaya komunikasi diplomasi modern adalah interaksi dari orang ke orang yang membuat dunia menjadi tidak berjarak. Untuk itu, setiap warga negara Indonesia punya kesempatan yang sama membantu para diplomat mempromosikan Indonesia di luar negeri. “Masa depan anak muda ada di dunia cyber, diharapkan nanti ada cyber diplomacy,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri, Duta Besar Esti Andayani dalam sambutannya mengungkapkan, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah mengedepankan diplomasi yang berpihak pada kepentingan rakyat.

“Salah satu diplomasi ekonomi Indonesia yaitu bertujuan untuk mendorong investasi kemaritiman,” ungkap Esti di depan peserta forum tematis Bakohumas yang bertema “Diplomasi Untuk Rakyat, Diplomasi Membumi: Arah Kebijakan Hubungan Luar Negeri Dan Diplomasi Indonesia”.

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Teiseran Foun Cornelis yang bertindak sebagai narasumber menjelaskan pentingnya Humas Pemerintah menerapkan diplomasi soft power. “Diplomasi soft power itu dilakukan dengan cara menarik minat, bukan memaksakan,” jelasnya.

Selain itu, Cornelis menambahkan, diplomasi soft power dapat digunakan untuk promosi kebijakan dan kemajuan pembangunan di Indonesia.

Forum tematis Bakohumas kali ini diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri dan diikuti oleh praktisi dari Humas Pemerintah Pusat dan Humas di lingkungan Pemerintah se-Provinsi Sumatera Selatan. (DAN/ES)

Berita Terbaru