G20 DWG KE-3: Finalisasi Komitmen dan Penyiapan Rekomendasi Agenda Prioritas

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 29 Oktober 2014
Kategori: Opini
Dibaca: 123.063 Kali

G20logoPertemuan Ketiga G-20 Development Working Group (DWG) yang diselenggarakan oleh Australia sebagai Ketua G20 tahun 2014, berlangsung pada tanggal 3-5 September 2014, di Perth, Australia. Seluruh negara anggota G20 serta perwakilan organisasi internasional hadir dalam pertemuan tersebut.

Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Bappenas, hadir dengan didampingi unsur Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas, Kementerian Luar Negeri dan Bank Indonesia.

Pertemuan tersebut membahas finalisasi komitmen dan penyiapan rekomendasi terhadap beberapa agenda prioritas DWG, antara lain Food Security and Nutrition, Financial Inclusion and Remittance dan Infrastructure.

Dalam pembahasan framework Food Security, anggota G20 dalam menghadapi tantangan global berkonsentrasi dalam penyediaan food security dan peningkatan kualitas nutrisi di negara berkembang dan Least Income Countries. Dalam upaya tersebut, Indonesia menekankan pentingnya aspek governance pada program food security dan nutrition yang berkelanjutan, serta peran pertanian terhadap aspek nutrisi guna mewujudkan sinergi kebijakan yang komprehensif.

Pertemuan juga menyepakati Financial Inclusion Action Plan (FIAP) 2014 yang disiapkan Global Partnership for Financial Inclusion (GPFI). FIAP 2014 mencakup beberapa rencana aksi antara lain kelompok keuangan usaha kecil (SMEs) dan sistem pembayaran dan pasar.

Selain itu, Australia menambahkan isu remittance reduction. Terkait dengan hal tersebut, Indonesia memandang perlu untuk konteks Financial Inclusion diletakkan dalam pembangunan, seperti peningkatan kegiatan ekonomi dan pelaksanaan program-program pembangunan.

Sejalan dengan hal tersebut untuk peningkatan akses layanan jasa keuangan, Indonesia akan melaksanakan electronic payment dan mobile technology, seperti: meningkatkan layanan remitansi melalui Layanan Keuangan Digital (LKD); meningkatkan interkoneksi dengan jaringan ATM bersama negara lain; dan mengupayakan pelaksanaan remitansi melalui perangkat telepon genggam.

Dalam sesi pembahasan infrastruktur yang menghasilkan kesepakatan dilanjutkannya upaya mensinergikan kebijakan (policy coherence) dan kegiatan, Indonesia menekankan hal tersebut dapat dilakukan melalui project preparation oleh DWG dan managing risk dilakukan oleh Finance Track.

Selanjutnya untuk pendanaan project preparation, Indonesia mendukung untuk G20 DWG memberikan political support bagi pembentukan Global Infrastructure Fund (GIF) di World Bank dan Asia Pacific Project Preparation Fund (AP3F) di Asian Development Bank.

Kesepakatan DWG terhadap isu-isu yang dibahas, akan diangkat dalam pertemuan pendahuluan sebelum KTT G20 (Sherpa Meeting) akhir September 2014 dan akan dideklarasikan oleh pimpinan negara anggota dalam KTT G20 di Brisbane bulan November 2014 nanti. Terkait hal tersebut, saat ini Indonesia sedang mempersiapkan materi pembahasan pertemuan KTT G20 berdasarkan hasil Sherpa Meeting September lalu.

(Asdep Bidang Industri, UKM, Perdagangan dan Ketenagakerjaan).

Opini Terbaru