Gantikan Jembatan Yang Putus, Kementerian PUPR Kirim Jembatan Bailey ke Pangandara

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 11 Oktober 2016
Kategori: Nusantara
Dibaca: 12.787 Kali
Jembatan Ciputra Pinggan di Kabupaten Pangandaran, yang putus akibat banjir Minggu (9/10) malam

Jembatan Ciputra Pinggan di Kabupaten Pangandaran, yang putus akibat banjir Minggu (9/10) malam

Guna mengatasi putusnya Jembatan Ciputra Pinggan di Kabupaten Pangandaran akibat digerus air hujan yang cukup tinggi Minggu (9/10) malam, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga telah mengirimkan jembatan darurat (bailey) ke wilayah tersebut.

“Kita langsung memobilisasi jembatan darurat sekarang sudah di jalan, diharapkan 2 hari ke depan sudah bisa normal lagi, lalu selanjutnya kita siapkan designing jembatan (baru) supaya sesuai dengan kondisi sungai saat ini,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto, di Jakarta, Senin (10/10).

Sebagaimana diketahui Jembatan Ciputra Pinggan yang berada di ruas Pangandaran-Banjar, Minggu (9/10) malam, amblas ke tengah diakibatkan pir penyangga jembatan mengalami penurunan/amblas atau bergeser setelah dihantam intensitas hujan yang cukup tinggi dan derasnya aliran sungai.

Kerusakan juga terjadi di Jembatan/Gorong2 Ketapang , lokasi Jl. Raya Banjar (Banjar) Km. Bdg. 145+950  diakibatkan tergerus aliran sungai, sehingga lalu lintas terputus total dan dialihkan ke arah kota Banjar. Disamping jembatan terdapat pipa PDAM yang juga rusak dihantam banjir yang membawa kayu-kayu sehingga tidak kuat menahan desakan air.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VI Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Bambang Hartadi mengatakan bahwa untuk penanganan selanjutnya akan dilaksanakan setelah proses identifikasi di lapangan.

“Besok pagi saya ke lokasi, rencananya kami harus lihat dulu disana, arusnya seperti apa, dalam penanganannya tidak bisa sembarangan atau nanti jembatannya tidak bertahan lama. Tapi memang kemungkinan (untuk Jembatan Ciputra Pinggan) karena ini harus cepat, nantinya akan kita pasang dengan Armco bergelombang, tergantung kondisi di lapangan,” tambah Bambang.

Sementara itu untuk longsor di ruas batas Jabar – Karang Pucung (KM 106+200 dan KM 104+700), menurut Bambang, saat ini sudah ditangani dan jalan sudah bisa dilalui dengan lancar. Petugas Ditjen Bina Marga sudah melakukan tindakan pembersihan longsoran dengan alat berat yaitu 2 unit excavator, 1 unit loader dan 9 unit dump truck.

“Untuk antisipasi jika terjadi longsor lagi maka kami standby kan dilapangan, 1 unit excavator dan 1 unit loader beserta beberapa petugas lapangan kami,” ungkap Bambang.

Sementara itu banjir yang terjadi di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (9/10) akibat luapan Sungai Cikaso yang melimpas dan mengakibatkan kerusakan tanggul di 2 titik sepanjang 40 m. Banjir juga mengakibatkan jalan rabat beton putus sepanjang 20 m.

Kepala Balai Wilayah Sungai Citanduy Agung Djuhartono dalam laporannya menyampaikan penanganan darurat sudah dilakukan dengan memasang karung plastik diluar tanggul sebagai tanggul darurat. (BKP Kementerian PUPR/ES)

 

Nusantara Terbaru