Garuda Indonesia Tandatangani Kesepakatan Dengan Airbus Senilai 1 Miliar Pounds

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 20 April 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 28.798 Kali
Dubes Indonesia untuk Inggris diwawancarai usai pertemuan Presiden Jokowi dan masyarakat Indonesia di London (19/4). (Foto: Humas/Nia)

Dubes Indonesia untuk Inggris diwawancarai usai mengikuti agenda Presiden Jokowi di London (19/4). (Foto: Humas/Nia)

Pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron, di Downing Street Number 10, London, Selasa (19/4) Pukul 11.30 waktu setempat, selain membicarakan masalah ekstremisme yang dihadapi oleh semua negara di masa sekarang ini, juga dibahas upaya untuk mempererat hubungan perekonomian kedua negara.

“Hari ini kedua pemimpin me-review kemajuan, dan juga menandatangani kerja sama melalui MoU antara Airbus dan Garuda. Kesepakatan besar lebih dari 1 miliar poundsterling. Harapan kami jumlah deals yang ditandatangani di London lebih besar dari negara lain selama tahun ini,” kata Dubes Inggris di Jakarta, Moazzam Malik, kepada wartawan usai pertemuan di Kantor PM Inggris itu.

Menurut Moazam, kesepakatan itu adalah pembelian 14 pesawat baru oleh Garuda Indonesia. Sebagian komponen pesawat dibuat di Inggris dan sebagian dibuat di negara lain di Eropa. Tapi pesawat ini menggunakan mesin Rolls Royce.

Selain itu, juga ada kesepakatan untuk bekerja sama antara Garuda dan Rolls Royce untuk melatih junior, insinyur, dan teknisi Indonesia di Indonesia.

Industri Kreatif

Mengenai kerja sama ekonomi di bidang lain, Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik menjelaskan, tidak ada jumlah atau angka, tetapi ada harapan antara kedua negara untuk meningkatkan perdagangan antara kedua negara. Namun ia menyebutkan, hari ini (Selasa, 19/4) dan besok (Rabu, 20/4) , kita akan melihat jumlah investasi yang sangat besar dan jumlah perdagangan yang baru, yang akan diumumkan yang besar.

“Ke depan, harapannya adalah untuk meningkatkan lagi, khususnya dalam beberapa bidang, misalnya di bidang maritim, di bidang industri kreatif, di bidang infrastruktur khususnya di bidang aerospace, karena di Inggris ada banyak perusahaan yang mampu untuk membuat pesawat, satelit, atau untuk mendesain bandara, atau juga menjaga keamanan di sektor aviation juga,” papar Moazzam.

Dubes Inggris di Jakarta itu juga mengemukakan, Presiden Jokowi juga meminta kerja sama di bidang industri kreatif karena di Inggris ada industri kreatif yang sangat mampu, baik dalam fashion, musik, atau film, dan lain-lain .

“Hari ini kita tanda tangani MoU untuk kerja sama di industri kreatif, tetapi selain itu ada banyak lagi, misalnya energi baru terbarukan. Jadi, ada banyak,” paparnya. (UN/ES)

Berita Terbaru