Gelar Bimtek, Setkab Dorong Optimalisasi Pemberitaan di Situs Instansi dengan Bahasa Asing

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 17 Maret 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 28.543 Kali
Deputi DKK Seskab Yuli Harsono berpose bersama dengan para peserta Bimtek ) Pejabat Fungsional Penerjemah di Batam, Kepri, Kamis (17/3) pagi. (Foto: Humas/Anggun)

Deputi DKK Seskab Yuli Harsono berpose bersama dengan para peserta Bimtek Pejabat Fungsional Penerjemah di Batam, Kepri, Kamis (17/3) pagi. (Foto: Humas/Anggun)

Sekretariat Kabinet (Setkab) melalui Asisten Deputi Bidang Naskah dan Terjemahan (Naster), Deputi Bidang Dukungan Kerja Kabinet (DKK) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (bimtek) Pejabat Fungsional Penerjemah di Batam, Kepri, Kamis (17/3) pagi.

Deputi DKK Seskab Yuli Harsono dalam sambutannya mengatakan, bahwa tahun 2016 merupakan tahun bersejarah bagi Indonesia karena akan memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).  Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di ASEAN, menurut Deputi DKK, Indonesia perlu memanfaatkan untuk melebarkan pasar dengan informasi yang disampaikan kepada masyarakat luar.

“Bimtek kali ini diangkat juga agar dapat membantu penerjemah dalam menginformasikan dan menyampaikan tentang kemudahan berusaha,” jelas Yuli.

Dengan penyebaran informasi yang masif tentang kemudahan berusaha melalui bahasa asing kepada masyarakat luar, Deputi DKK Seskab itu berharap akan membuat investor lebih banyak datang ke Indonesia.

Optimalisasi Situs Pemerintah

Tema bimtek yang diselenggarakan kali ini adalah Pelatihan Penulisan dan Penerjemahan Situs Web, dinilai Deputi DKK Seskab sangat mendukung dalam optimalisasi situs di masing-masing instansi.

“Setkab saat ini secara aktif menyampaikan informasi melalui berita dalam bahasa Inggris yang dibantu oleh Keasdepan Naster,” ujar Yuli. Hal ini dilakukan guna optimalisasi informasi kepada dunia luar.

Ia menyebutkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mendorong untuk pengembangan informasi digital. “Salah satu yang Presiden juga gencar lakukan mendorong pariwisata seperti membuka bebas visa bagi wisatawan ke Indonesia,” tambah Yuli.

Dengan informasi melalui situs kementerian dalam bahasa asing tentunya, lanjut Yuli, diharapkan dapat menarik wisatawan melalui informasi yang telah disampaikan ke luar. “Saat acara KTT OKI beberapa waktu lalu Setkab juga mengirimkan penerjemah untuk ikut menggaungkan acara tersebut,” tambah Yuli

Sementara itu, menurut Eko Harnowo Asisten Deputi Bidang Naskah dan Terjemahan, Sekretariat Kabinet sebagai pembina pejabat fungsional penerjemah bertugas untuk mengembangkan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan (diklat) fungsional dan teknis sehingga dapat berperan aktif memajukan bangsa.

“Materi bimtek  akan disajikan dalam dua sesi yakni Penulisan Berita Situs dan Penerjemahan Berita di Situs,” lanjut Eko.

Pengisi acara bimtek kali ini, menurut Asdep Naster, adalah Endy M. Bayuni, Pemimpin Redaksi Jakarta Post dan Dr. Sugeng Hariyanto, Dosen Politeknik Negeri Malang.

Dalam pelatihan ini, menurut Sugeng penerjemah perlu menjaga agar tujuan naskah sumbernya tidak berubah dan jenis teksnya juga tidak berubah. “Menu situs bisa diterjemahkan dengan kata yang langsung menunjukkan fungsinya. Selain itu, terjemahannya juga harus memperhatikan ketersediaan ruang yang ada,” tambah Sugeng, dosen sekaligus praktisi penerjemah.

Diklat kali ini diikuti oleh 50 (lima puluh) pejabat fungsional dari daerah diantaranya Bandung, Jakarta, Bengkulu, Bangka Belitung, Bogor, Denpasar, Jambi, Lombok, Palembang, Pontianak, Probolinggo, Samarinda dan Surabaya.

Acara ini juga dihadiri oleh Asisten Deputi Bidang Hubungan Kemasyarakatan dan Protokol, Al Furkon Setiawan, dan juga para pejabat/pegawai yang terkait di lingkungan Sekretariat Kabinet.

(EN/AS/ES)

Berita Terbaru