‘Groundbreaking’ LRT, Presiden Jokowi: Jangan Tunda Lagi Karena Menyangkut Kemacetan Jakarta

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 9 September 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 23.753 Kali
Presiden Jokowi melakukan peletakan batu pertama pembangunan LRT Jakarta - Bogor - Depok - Bekasi, di Jakarta Timur, Rabu (9/9) pagi

Presiden Jokowi melakukan peletakan batu pertama pembangunan LRT Jakarta – Bogor – Depok – Bekasi, di Jakarta Timur, Rabu (9/9) pagi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi sejumlah menteri Kabinet Kerja, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Rabu (9/9) pagi, di depan kantor Jasa Marga, tol KM 5.400, seberang Taman Anggrek Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur meresmikan pemancangan tiang pertama atau groundbreaking pembangunan kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT).

“Dengan mengucapkan Bismillah, pembangunan kereta api ringan Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi saya nyatakan dimulai,” kata Presiden Jokowi saat meresmikan groundbreaking pembangunan LRT itu.

Sebelumnya Presiden Jokowi menyampaikan keheranannya karena proyek yang telah dirintis sejak dirinya menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta itu tidak segera dimulai pembangunannya.

Menurut Presiden Jokowi,  proyek LRT itu telah dibicarakan sejak 3 tahun lalu, ketika ia masih Gubernur DKI Jakarta, bersama Basuki Tjahaja Purnama yang kala itu masih Wakil Gubernur DKI Jakarta dan Direktur Utama PT. Adhi Karya, Kiswodarmawan.

Presiden Jokowi berharap pembangunan proyek LRT itu dibantu oleh semua pihak agar berjalan tepat waktu. “Sekali lagi saya tegaskan semua pihak bersama-sama menyukseskan pembangunan infrastuktur ini. Semua proyek yang berkaitan dengan transportasi massal, jangan ditunda-tunda lagi karena menyangkut kemacetan di Jakarta yang sudah akut,” tegas Jokowi.

Dirut PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Kiswodarmawan mengatakan, pembangunan LRT tahap I akan dimulai  kuartal akhir 2015 dan selesai akhir 2018, sedang tahap II akan dimulai  kuartal akhir 2016 dan diharapkan selesai 2018.

Menurut Kiswodarmawan, pembangunan proyek LRT dilakukan dalam dua tahap dengan total panjang 83,6 km masing-masing terdiri 3 lintas pelayanan, yaitu:

1. Tahap I lintas layanan Cibubur – Cawang – Bekasi Timur – Cawang, Cawang – Dukuh Atas dengan 18 stasiun dan panjang 42, 1 km;

2. Tahap II lintas pelayanan Cibubur – Bogor, Dukuh Atas – Palmerah – Senayan, dan Palmerah – Grogol dengan panjang 41,5 km.

Sesuai Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2015 yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tanggal 2 September 2015, Pemerintah menugaskan kepada PT Adhi Karya (Persero) Tbk. untuk membangun prasarana Kereta Api Ringan (LRT) terintegrasi, yang meliputi: a. Jalur, termasuk konstruksi jalur layang; b. Stasiun; dan c. Fasilitas operasi.

Dalam pelaksanaan pembangunan prasarana sebagaimana dimaksud, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. dapat bekerja sama dengan badan usaha lainnya. Tahapan pelaksanaan pembangunan prasarana itu harus dituangkan dalam perjanjian antara Kementerian Perhubungan dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Menurut Perpres itu, penyelenggaraan LRT terintegrasi terdiri dari Lintas Pelayanan: a. Lintas Pelayanan Cawang – Cibubur; b. Lintas Pelayanan Cawang – Kuningan – Dukuh Atas; c. Lintas Pelayanan Cawang – Bekasi Timur; d. Lintas Pelayanan Dukuh Atas – Palmerah – Senayan; e. Lintas Pelayanan Cibubur – Bogor; dan f. Lintas Pelayanan Palmerah – Bogor.

“Selain Lintas Pelayanan sebagaimana dimaksud, Pemerintah dapat menetapkan Lintas Pelayanan lainnya yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri  Perhubungan,” bunyi Pasal 1 ayat (4) Perpres tersebut.

Tampak hadir dalam acara groundberaking proyek pembangunan LRT itu antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Polhukam Luhut B. Pandjaitan, Menko Kemaritiman Rizal Ramli, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar, Menteri PPN/Bappenas Sofyan Djalil, Jaksa Agung Prasetyo, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. (GUN/RAH/ES)

 

Berita Terbaru