Gubernur Kepri Teken Komitmen Bersama untuk Berantas Narkoba

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 21 Juli 2016
Kategori: Nusantara
Dibaca: 10.641 Kali
Gubernur Kepri komitmen bersama Kepala BNN dan FKPD Provinsi Kepri di Mapolda, Kepri (21/7). (Foto:Humas Kepri)

Gubernur Kepri komitmen bersama Kepala BNN dan FKPD Provinsi Kepri di Mapolda, Kepri (21/7). (Foto:Humas Kepri)

Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun, menandatangani komitmen bersama Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di wilayah Provinsi Kepulauan Riau dengan seluruh Forum Komunikasi Perangkat Daerah (FKPD) Provinsi Kepri, Kamis (21/7) di Mapolda Kepri.

Kepala FKPD yang turut menandatangani komitmen pemberantasan Nakoba tersebut adalah Kapolda, Danrem 033/WP, Danlanramal IV, Kajati, Ketua Pengadilan Tinggi, Danguskamlabar, Ketua DPRD Kepri, Ka.BNN P, Kakanwil Bea Cukai, Ka.Kanwil KuhHam, Ka.BPOM, Danlanud, Ka.Bakamla, Kabinda, Ka.BP Kawasan. Acara tersebut disejalankan dalam  acara Tatap Muka Kepala BNN dengan TNI-Polri dan Aparat Penegak Hukum Serta Komitmen Bersama P4GN yang dihadiri langsung oleh Kepala BNN RI, Komjen. Pol. Drs.  Budi Waseso.

Pada kesempatan tersebut, Nurdin menyatakan sebagai Gubernur Kepulauan Riau sangat berkomitmen memberantas Narkoba, dan juga akan terus mendukung setiap usaha dalam pemberantasan narkoba terutama di wilayah Provinsi Kepri.

“Kondisi Indonesia  darurat narkoba bukan untuk ditakuti, tetapi  untuk dihadapi. Termasuk Kepri, menjadi sasaran utama penyebaran Narkoba karena letak geografis Kepri yang berbatasan dengan negara asing. Untuk itu kita harus sepakat untuk  bersama-sama merapatkan barisan dengan usaha maksimal, bersinerg , bertekad untuk  memerangi narkoba. Kuncinya adalah komitmen dan konsisten,” kata Nurdin.

Nurdin yakin dengan tekad, semangat dan komitmen bersama, Kepri maupun Indonesia bisa bebas Narkoba seperti negara Thailand yang sudah zero narkoba.

Selain itu, Nurdin juga mengingatkan dan mengajak seluruh lini masyarakat untuk sadar dan waspada bahwa sasaran narkoba tersebut adalah untuk menghilangkan generasi, generasi hilang akan turut menghilangkan sejarah. Ia juga menyebutkan bahwa hal itu pada akhirnya akan menyebabkan hilangnya negara Indonesia.

Sementara itu, Kepala BNN RI, Komjen Pol Drs Budi waseso menegaskan bahwa narkoba adalah mesin pembunuh massal yang merusak fungsi kerja otak. Dari analisa yang dilakukan di lapangan, lanjut Budi, diperkirakan 40-50 orang meninggal per hari, dan penyalah guna narkoba aktif di Indonesia mencapai 5 juta orang.

“Kita harus sadar bahwa Indonesia merupakan  pangsa pasar terbesar peredaran narkoba. Dan Kepri, sebagai wilayah kepulauan, di jalur perlintasan internasional merupakan salah satu sasaran utama masuknya narkoba. Apalagi banyaknya kapal yang sandar dan kebutuhan pokok yang diimpor,” ungkap Budi Waseso.

Budi juga mengungkapkan bahwa Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) menjadi salah satu pusat kendali peredaran gelap narkoba. Hal tersebut terjadi, menurut Budi, karena tersangka narkoba tdk langsung dieksekusi. Ia juga menyebutkan ada 60 jaringan Lapas yang dikendalikan narapidana dari 22 Lapas di Indonesia.

Selain itu, Budi mengingatkan semua elemen masyarakat untuk belajar pada sejarah bagaimana Inggris mengalahkan Tiongkok. “Cara yang dipakai Inggris adalah dengan membanjiri Tiongkok dengan  narkoba sehingga masyarakat Tiongkok lemah dan memudahkan Inggris untuk menguasai Tiongkok,” pungkas Kepala BNN akhiri pernyataan. (Humas Kepri/EN)

Nusantara Terbaru