Hadap Presiden Jokowi, CEO AirAsia Berharap Dapat Izin Terbang Ke Tujuan Wisata

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 3 April 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 54.350 Kali
CEO AirAsia Tony Fernandes menjawab wartawan seusai bertemu Presiden Jokowi, di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (2/4)

CEO AirAsia Tony Fernandes menjawab wartawan seusai bertemu Presiden Jokowi, di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (2/4)

Chief Executive Officer (CEO) AirAsia Tony Fernandes menyampaikan keinginannya agar maskapai yang dipimpinnya mendapatkan izin terbang lebih banyak lagi di tanah air, khususnya ke lokasi-lokasi tujuan wisata. Keinginan ini disampaikan Boss AirAsia itu saat diterima oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), di kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (2/4).

“Banyak tempat menarik di sini seperti Ambon, Raja Ampat, di Surabaya juga banyak, Malang, dan Sorong yang bisa dipromosikan,” kata Tony kepada wartawan seusai pertemuan.

Menurut Tony, pertemuannya dengan Presiden Jokowi yang didampingi oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya mendikusikan berdiskusi mengenai industri penerbangan, utamanya mengenai apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan jumlah wisatawan di Indonesia.

Pertemuanya dengan Presiden Jokowi, lanjut Tony, juga membicarakan mengenai apa yang harus dilakukan untuk mencapai target 20 juta wisatawan itu terlebih dahulu, dan kemudian meningkatkan (targetnya).

“Jadi kita berbicara mengenai bagaimana kita dapat meningkatkan jumlah wisatawan dari 10 ke 20 juta. Menurut perkiraan saya, Indonesia dapat menjadi negara destinasi wisata di Asia Tenggara. 40 juta bukan sesuatu yang mustahil,” terang Tony.

Tony menilai, Indonesia adalah negara yang sangat menarik, bukan hanya Bali tapi banyak lagi tempat yang ingin dilihat oleh dunia. Karena itu, dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi juga didiskusika mengenai masalah konektivitas.

“Kita perlu menstimulasi wisatawan lokal, harus punya konektivitas yang bagus karena orang tidak hanya berkunjung ke Bali tapi dari Bali mereka akan ke Jogja, Solo, Labuan Bajo. jadi kita butuh penerbangan domestik dan juga konektivitas yang bagus,” papar Tony.

Boss AirAsia itu mengingatkan, bahwa pariwisata bukan hanya Jakarta dan Bali. Ia menyebutkan, Airasia sendiri sudah menjangkau Bandung, Surabaya, Medan. “Jadi kita bicara mengenai destinasi lainnya yang bisa mempunyai penerbangan langsung internasional dan hal-hal apa yang harus dilakukan untuk mewujudkan itu. Kota seperti Labuan Bajo, Sorong, dan kota-kota semacam itu, tapi saya tidak mau mengatakannya sekarang karena pesaing saya akan mendengar semuanya,” papar Tony.

Mengenai penerbangan AirAsia rute Surabaya – Singapura, Tony Fernandes mengakui dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi hal itu sempat disinggung. “Ya kita membicarakan itu. Menteri Pariwisata mengatakan wisatawan dari Singapura ke Surabaya berkurang 15% sejak AirAsia tidak terbang. Kami membicarakan itu, dan saya berharap kami bisa mendapatkan rute itu kembali,” pungkas Tony.

(Humas Setkab/ES)

Berita Terbaru