Hadapi Kabut Asap, Presiden Jokowi Minta Gubernur, Bupati/Walikota Berada Di Tengah Masyarakat

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 4 September 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 28.197 Kali

Asap RiauPresiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepekaan Gubernur, Bupati dan Walikota yang daerahnya dilanda bencana asap, untuk tetap berada di tengah masyarakat dan mengatasi bencana kabut asap di wilayah masing-masing.

“Gubernur, dilanda kabut asap, seperti di Jambi, Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Bupati dan Walikota di daerah bencana asap agar tetap berada di tengah masyarakat dan melaksanakan kegiatan mendesak memadamkan sumber api,” kata Presiden Jokowi dalam arahannya kepada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, KSAD Jenderal Mulyono, KSAL Laksamana Ade Supandi, KSAU Marsekal Agus Supriatna, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri ESDM Sudirman Said, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Muarif, dan Sekjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), di kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (4/9) siang.

Presiden memerintahkan Pemerintah Daerah bersama TNI, Polri, dan masyarakat agar mengerahkan segala kemampuan untuk memadamkan api secepatnya, dan menjaga keselamatan dan kesehatan warga.

Di saat bersamaam, Presiden Jokowi juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam memadamkan api yang menjadi sumber bencana kabut asap.

Setelah masa darurat kabut asap reda, Presiden Jokowi meminta pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, dan masyarakat bekerjasama untuk sesegera mungkin membuat terobosan solusi permanen untuk mengatasi bencana asap.

Presiden mengingatkan, sumber api penyebab asap yang menutup langit telah mengganggu aktivitas warga, sehingga harus dimatikan selamanya.

“Sudah saatnya kebiasaan land clearing tidak boleh dilakukan dengan pembakaran. Land Clearing yang mau gampangnya saja dengan pembakaran bila terbukti ada pelanggaran hukum harus dilakukan penegakan hukum yang terukur,” tutur Kepala Negara.

Menurut Presiden Jokowi, pemerintah telah berupaya menurunkan jumlah titik-titik kebakaran. Terhitung sepanjang Januari-September 2015, jumlah titik api dibandingkan dengan kondisi yang sama tahun 2014, telah turun 52-58%.

Namun demikian, Presiden mengingatkan perlu kewaspadaan penuh mengingat kemarau yang masih panjang. Bencana asap diperkirakan akan mencapai puncaknya pada bulan September hingga Oktober mendatang.

Tim Komunikasi Presiden, Teten Masduki, dalam siaran persnya Jumat (4/9) menyebutkan, dalam jangka pendek, pemerintah akan memanfaatkan model hujan buatan dan pemadaman dari udara ke darat.

Saat ini jumlah pesawat dan helikopter yang dikerahkan untuk melakukan pemadaman dari udara terdiri atas Riau 1 pesawat da 3 helikopter; Sumatera Selatan 1 pesawat  dan 2 helikopter; Kalimantan Barat 1 pesawat, 1 helikopter, dan 1 Camov; Kalimantan Tengah 2 helikopter dan 1 unit MI-171; Kalimatan Selatan 1 unit Camov; dan Jambi  2 unit MI-8 dan Superpuma.

Menurut Teten, Presiden Jokowi telah menugaskan Panglima TNI untuk mengerahka tambahan pesawat TNI dan personilnya. Sementara bagi kementerian dan lembaga terkait, Presiden meminta agar berkonsentrasi dan mengerahkan program kerja ke provinsi terdampak.

“Beberapa program pemerintah akan disesuaikan dengan kondisi daerah bencana asap,” tulis Teten dalam siaran persnya itu. (ES)

 

Berita Terbaru