Hadir Di Acara Mata Najwa, Pramono: Menjadi Politisi Adalah Pilihan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 12 Oktober 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 30.573 Kali
Seskab Pramono Anung saat tampil di Mata Najwa On Stage bersama Wagub Jatim Gus Ipul, Syahrini, dan pembawa acara Najwa Shihab, Sabtu (10/10) malam

Seskab Pramono Anung saat tampil di Mata Najwa On Stage bersama Wagub Jatim Gus Ipul, Syahrini, dan pembawa acara Najwa Shihab, Sabtu (10/10) malam

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menjadi salah satu pembicara tamu dalam acara Mata Najwa on Stage, di Stadion Brantas, Kota Batu, Jawa Timur yang disiarkan Sabtu (10/10) malam, di Metro TV.

Pramono Anung atau yang akrab dipanggil Mas Pram hadir mulai sesi kedua bersama dengan Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf, atau Gus Ipul. Selain itu hadir pula sebagai pembicara Sujiwo Tejo, Cak Lontong dan Syahrini, serta tentunya pembawa acara Najwa Shihab.

Hal menarik adalah saat naik panggung, Mas Pram dibonceng oleh Gus Ipul dengan sepeda motor tua.

Dijelaskan oleh pembawa acara bahwa masa muda Mas Pram dan Gus Ipul lebih sering menggunakan sepeda motor untuk menyelesaikan hal-hal yang dikerjakan.

Seskab Pramono Anung dibonceng Wagub Jatim Saifullah Yusuf menuju panggung Najwa on Stage, di Stadion Brantas, Kota Batu, Jatim, beberapa waktu lalu

Seskab Pramono Anung dibonceng Wagub Jatim Saifullah Yusuf menuju panggung Najwa on Stage, di Stadion Brantas, Kota Batu, Jatim, beberapa waktu lalu

Selanjutnya mengawali diskusi Mata Najwa on Stage yang mengangkat Tema, “Mari Beraksi, Mas Pram mengemukakan, sejak SMA, dan saat kuliah di ITB (Institut Teknologi Bandung) dirinya selalu menjadi ketua OSIS (Organisasi Siswa Internal Sekolah) dan Ketua Himpunan atau Ketua Dewan Mahasiswa.

“Hobi saya adalah jadi provokator,” kata Mas Pram seraya menjelaskan bahwa kalau politisi tidak jadi provokator ya tidak akan jadi.

Mengenai pilihannya menjadi politisi itu, Mas Pram mengatakan, ketika dirinya menjadi Ketua OSIS, ketua himpunan dan lain-lain, ia sudah bercita-cita menjadi politisi. Namun, untuk masuk ke dalam politik, Pramono Anung mengaku dirinya mempersiapkan betul.

“Benar-benar jadi politisi dan bisa menjaga nama baik sendiri dan keluarga,” jelas Pramono Anung yang telah menghabiskan kuliah S1 nya di ITB.

Saat ditanya oleh Najwa Shibab tentang aksi seorang politisi, menurut Mas Pram,  politisi memang harus memiliki aksi. “Bekerja sungguh-sungguh melakukan tugas yang memang harus dikerjakan sesuai porsinya,” jelas Mas Pram yang telah empat kali terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Seskab Pramono Anung memberi pesan kepada para pemirsa Metro TV, bahwa kita harus menentukan pilihan. “Dalam hidup tidak boleh setengah-setengah,” tuturnya seraya meminta mereka, bahwa suatu hari mereka semua harus bermimpi bisa duduk di stage sebagai tamu Mata Najwa on Stage, berbuat sesuatu, dan beraksi untuk semua.

Selanjutnya saat ditanya mengenai tugas-tugas dirinya sebagai Sekretaris Kabinet, Pramono Anung menyampaikan bahwa apa yang dilakukannya sehari-hari dalam pemerintahan, apapun yang dilakukan Presiden harus bisa dikontrol.

“Artinya diketahui dengan mudah oleh rakyat, dan itu tanggung jawab kami sebagai Sekretaris Kabinet,” jelas Pramono Anung yang dilantik sebagai Seskab sejak Agustus 2015 lalu.

Surat Syahrini

Dalam acara tersebut, artis Syahrini membacakan surat untuk Presiden Joko Widodo dan surat tersebut dititipkan kepada Seskab Pramono Anung. Dalam suratnya Syahrini meminta kepada Presiden, untuk memperbanyak gedung kesenian.

Menanggapi permintaan Syahrini mengenai masalah gedung pertunjukan untuk para seniman itu, Seskab Pramono Anung menilai bahwa itu sebuah hal yang baik.

“Bangsa ini sudah waktunya untuk menghargai para seniman, budayawan, menyediakan tempat yang baik untuk mereka berkarya,” tegas Seskab.

Menurut Seskab, delalu bangsa yang menjadi pemenang adalah bangsa yang jejak kebudayaan, jejak senimannya itu terekam dengan baik.

Seskab juga mencontohkan bahwa orang-orang seperti Cak Lontong, Mbah Tejo, dan Syahrini suatu saat dikenang anak-anak kita kalau mereka bisa meninggalkan sesuatu.

“Ruang atau tempat berkarya, berimprovisasi perlu disediakan oleh negara,” kata Mas Pram.

Saat diminta untuk menyampaikan pesan kepada peserta yang hadir dan pemirsa di Rumah, Seskab mengatakan, agar mereka menjadi diri kalian sendiri sebaik-baik yang bisa dilakukan.

“Bermimpilah yang tinggi dan raihlah mimpi itu, karena orang yang berhasil memenangkan pertarungan ke depan adalah orang yang bisa bermimpi pada hari ini,” pungkas Mas Pram sebagai penutup dalam acara Mata Najwa on Stage itu. (EN/SM/RAH/ES)

Berita Terbaru