Hadiri Forum Bisnis Indonesia-Belanda, Presiden Undang Pengusaha Belanda Berinvestasi di Indonesia

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 23 April 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 31.851 Kali
Presiden Jokowi berpidato pada Forum Bisnis Indonesia-Belanda di Den Haag, Kamis (22/4) siang waktu setempat. (Foto: Humas/Rahmat)

Presiden Jokowi berpidato pada Forum Bisnis Indonesia-Belanda di Den Haag, Jumat (22/4) siang waktu setempat. (Foto: Humas/Rahmat)

Usai Blusukan di Port of Rotterdam, Jumat (22/4) siang waktu setempat,  Presiden Joko Widodo menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Belanda di Grand Hotel Amrath Kurhaus, Den Haag, Belanda.

Saat memberikan pidato kunci di forum ini, Presiden mengungkapkan di tengah goncangan yang melanda dunia di mana hampir seluruh pasar kapital dunia mengalami kejatuhan serta pasar minyak mentah terganggu, Indonesia menunjukkan ketahanannya melalui pertumbuhan ekonomi yang mengejutkan. Sebagaimana diungkapkan Presiden, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh mencapai 5,03% di kwartal ke-4 tahun 2015.

Pertumbuhan ekonomi tersebut, menurut Presiden Joko Widodo dapat dicapai karena Indonesia memiliki dua mesin pertumbuhan, pembangunan infrastruktur dan investasi.

“Anda boleh cek ke jurnalis di Indonesia, cek ke duta besar di Jakarta. Saya percaya banyak yang terkejut dengan pembangunan infrastruktur saat ini di Indonesia,” ucap Presiden Jokowi

Terkait dengan dengan investasi, Presiden mengungkapkan pemerintah terus melakukan perbaikan agar proses perizinan dapat dipersingkat dan kemudahan berusaha dapat ditingkatkan.

Untuk itu, Presiden mengundang para pengusaha Belanda berinvestasi di Indonesia. Presiden juga mengungkapkan bahwa Belanda merupakan kawan terlama dan pendukung terkuat Indonesia di Uni Eropa.

Presiden mengungkapkan, berdasarkan rilis Asian Development Bank (ADB), Indonesia memiliki daya tarik investasi dan minat untuk investasi di Indonesia saat ini berada pada titik tertinggi sepanjang sejarah.

Dalam kondisi dimana Cina tengah mengalami masa transisi, ungkap Presiden, banyak perusahaan merelokasi pabriknya dari Cina ke negara-negara di Asia Tenggara.

“Dan tentu saja Indonesia juga akan mendapatkan porsi yang cukup, terutama karena Indonesia adalah ekonomi terbesar di Asia Tenggara”, ujar Presiden.

Kesepakatan Bisnis Senilai 606 Dolar AS
Acara forum bisnis ini ditutup dengan penandatanganan empat kesepakatan bisnis senilai 606 juta Dolar AS. Adapun kesepakatan yang ditandatangani adalah Kesepakatan Pembangunan Pabrik Pembuatan Solar Panel di Surabaya, Kesepakatan Pengembangan Industri Benih Kentang Unggulan untuk Meningkatkan Produksi dan Suplai Kentang dalam Negeri sekaligus Meningkatkan Kesejahtetaan Petani Kentang Indonesia, Kesepakatan Pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah dan Turbin Pembangkit Listrik Arus di Larantuka-NTT, serta Kesepakatan Pengembangan SDM di bidang Kemaritiman. (TKP/RAH)

Berita Terbaru