Hadiri Istighotsah, Presiden Jokowi Minta NU Ambil Bagian Jawab Tantangan Bangsa

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 14 Juni 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 23.194 Kali
Presiden Jokowi menghadiri acara istighotsah yang digelar PBNU, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (14/6) sore

Presiden Jokowi menghadiri acara istighotsah yang digelar PBNU, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (14/6) sore

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat terinspirasi dengan dengan para ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang mampu menyelaraskan nilai-nilai keislaman yang universal menjadi Islam yang membumi dan menyatu dalam budaya nusantara. Sehingga yang terwujud adalah Islam Nusantara, bukan Islam di Nusantara. Islam Indonwsia, bukan Islam di Indonesia.

“Ini adalah sumbangan otentik yang nyata dari para ulama NU. Semangat ini harus terus dikembangkan di masa yang akan datang,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara Istighotsah Menyambut Ramadhan1436 H dan Pembukaan Munas alim Ulama”, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (14/6) sore.

Presiden berharap para ulama NU melanjutkan kembali jejak sejarahnya, mengambil bagian dalam menjawab tantangan bersama, dan menempatkan NU menjadi bagian penting dari tiang penyangga Republik Indonesia berdasarkan Pancasila.

Bersama berbagai elemen bangsa yang lain, kata Kepala Negara, NU bisa menjadi contoh bagaimana membangun masyarakat yang damai dan rukun dalam keragaman, sehingga bangsa ini bisa menjawab tantangan kebangsaan dalam semangat persatuan Indonesia dan gotong royong.

Bantu Pemerintah         

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga berharap agar NU turun berperan aktu membantu pemerintah menjawab tantangan ke depan. Ia menyebutkan, tantangan kita banyak sekali, yang kalau disebutkan tidak akan selesai dalam sehari.

“Tantangan itu adalah para mafia. Saya harap NU bisa membantu melawan mereka,” pinta Presiden Jokowi.

Kepala Negara menyebutkan, setiap hari kita berhadapa dengan mafia narkoba, mafia illegal fishing, mafia migas, dan mafia pangan yang harus bersama-sama kita selesaikan

Mengenai penetapan Hari Santri Nasional, Presiden Jokowi menegaskan akan mengikuti saran PBNU yang menetapkan hari santri pada 22 Oktober.

“Jika sudah melalui musyawarah dan proses yang matang, saya minta kepada Menteri Agama agar secepatnya diproses sehingga cepat masuk ke meja saya untuk langsung saya tandatangani ketetapan hari santri tersebut,” tegas Presiden Jokowi.

Musyarawah Nasional Alim Ulama NU yang dibuka hari ini merupakan rangkaian dari Muktamar ke-33 NU pada awal Agustus mendatang di Jombang, Jawa Timur.

Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Menteri Agama Lukma Hakim Saifuddin, Menkominfo Rudiantara, Menpora Imam Nahrawai, Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandi, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki, tokoh muda NU yang juga Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, dan ribuan warga NU Jabodetabek. (ES)

 

 

Berita Terbaru