Hadiri KTT G-7, Presiden Jokowi: Kita Datang Untuk Bangun Kepercayaan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 27 Mei 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 33.766 Kali
Presiden Jokowi memberikan keterangan pers kepada wartawan Istana di Holding Room Bandar Udara Internasioal Chubu Centrair Nagoya Jepang, Jumat (27/5) Sore waktu setempat. (Foto: Humas/Dhany)

Presiden Jokowi memberikan keterangan pers di Holding Room Bandara Chubu Centrair Nagoya Jepang, Jumat (27/5) sore. (Foto: Humas/Dhany)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, tatanan dunia sudah berubah dan muncul emerging country, negara-negara berkembang seperti Indonesia yang cukup stabil politiknya, yang bagus dan bisa menjaga pertumbuhan ekonominya.

Kondisi inilah yang dilihat oleh negara-negara maju terhadap Indonesia, dan juga kawasan Asia yang dianggap sebagai motor ekonomi dunia sekarang ini.

Karena itu, lanjut Presiden, kesempatan seperti inilah yang kita pakai untuk membangun sebuah kepercayaan, membangun sebuah trust agar investasi itu datang ke Indonesia sebanyak-banyaknya, utamanya untuk bidang-bidang infrastruktur yang membutuhkan pendanaan yang sangat besar.

“Oleh sebab itu, kedatangan kita di G-7 outreach ini untuk membangun sebuah kepercayaan. Dan kita dilihat dan diuji oleh negara-negara yang lain, terutama untuk pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan mengarah kepada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” papar Presiden Jokowi pada wartawan, di Chubu Airport, Nagoya, Jepang, Jumat (27/5) sore.

Dalam keterangan pers yang dilakukan sesaat sebelum bertolak kembali ke Indonesia itu, Presiden Jokowi mengemukakan, yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur pelabuhan, saat dirinya bertemu dengan PM Jepang, Shinzo Abe yang secara permulaan sudah disampaikan kesepakatannya bersama-sama bekerja sama dengan Indonesia membangun pelabuhan Patimban.

Adapun mengenai pembangunan kereta cepat jalur Pantura Jawa, Presiden Jokowi mengatakan, dikalkulasi terlebih dahulu. “Akan kita perdalam lagi kalkulasinya sehingga saya belum bisa menjawab,” ujarnya.

Mengenai konflik Laut Tiongkok Selatan, Presiden Jokowi menegaskan yang namanya pertumbuhan ekonomi itu akan ada kalau stabilitas dan keamanan di kawasan itu ada.

“Tadi hampir semua negara menyinggung mengenai soal itu. Dan juga kita sampaikan bahwa Indonesia selalu mengikuti dan memperhatikan itu karena keamanan, perdamaian, dan juga stabilitas di kawasan kita sangat kita perlukan untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia,” papar Jokowi.

Saat menyampaikan keterangan pers itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Menlu Retno Marsudi, Mensesneg Pratikno, Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil, dan RI di Dubes Jepang Yusron Ihza Mahendra. (DAN/SKM/ES)

Berita Terbaru