web analytics

Blog

Hadiri Temu Kader, Presiden Jokowi Minta AMPI Luruskan Berita Hoaks

Oleh: Humas ; Diposkan pada: 16 Mar 2019 ; 17221 Views Kategori: Berita
Ketua Umum AMPI Dito Ariotedjo memakaikan jaket AMPI kepada Presiden Jokowi saat menghadir acara Temu Kader, di Lapangan Merdeka, Medan, Sumut, Sabtu (16/3) siang. (Foto: Dinda M/Humas)

Ketua Umum AMPI Dito Ariotedjo memakaikan jaket AMPI kepada Presiden Jokowi saat menghadir acara Temu Kader, di Lapangan Merdeka, Medan, Sumut, Sabtu (16/3) pagi. (Foto: Dinda M/Humas)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar kader-kader Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) agar berani meluruskan fitnah, berita bohong atau hoaks yang banyak bertebaran menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) sekarang ini.

“Jangan ragu untuk melawan itu. Jangan takut melawan yang namanya melawan kabar fitnah, kabar bohong,  hoaks,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara Temu Kader AMPI se-Indonesia, di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (16/3) pagi.

Presiden menunjuk contoh, di bawah lagi ramai, katanya pemerintah baru nanti akan melarang pendidikan agama, akan melarang azan, akan melegalkan perkawinan sejenis, akan melegalkan zina.

“Itu harus diluruskan. AMPI harus berani meluruskan ini. Jangan ragu-ragu, jangan takut. Sampaikan, enggak mungkin negara ini, negara yang penuh dengan norma-norma agama melarang azan. Enggak mungkin,” pinta Presiden.

Siapapun Presidennya, lanjut Presiden Jokowi, enggak mungkin melarang itu, apalagi menghapuskan pendidikan agama. Enggak mungkin, menurut Presiden, karena negara ini adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

Diakui Presiden, logikanya enggak masuk tapi harus diberi tahu ke akar rumput, ke bawah ke rakyat harus diberitahu, karena dari survei, 9 juta orang percaya mengenai ini.

“Hati-hati. Jadi AMPI mempunyai kewajiban untuk meluruskan ini,” tegas Presiden Jokowi.

Jangan sampai, lanjut Presiden, dibiarkan nanti. Karena kalau dibiarkan, sambung Presiden, bukan hanya 9 juta orang yang percaya, bisa jadi 15 juta, bisa jadi 20 juta.

Kepala Negara juga meminta kader-kader AMPI untuk mengajak tetangga-tetangga, kawan-kawan, dan saudara-saudara agar tanggal 17 April 2019 berbondong-bondong ke TPS (Tempat Pemungutan Suara).

“Jangan biarkan satu orang pun Golput. Jangan biarkan satu orang pun golput. Harus diajak memilih, datang ke TPS sehingga partisipasi pemilih nanti menjadi tinggi,” tutur Presiden Jokowi.

Bangga Dengan AMPI

Sebelumnya saat mengawali sambutannya, Presiden Jokowi mengaku sangat berbangga sekali bahwa sejak AMPI dilahirkan sampai sekarang terus mengawal persatuan Indonesia.

Menurut Presiden, AMPI juga terus mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia, NKRI, AMPI juga terus mengawal ideologi Pancasila. Ia juga meyakini bahwa AMPI juga akan terus mengawal Undang-Undang Dasar 1945.

“Inilah kenapa saya hadir pagi hari ini. Saya kembali lagi ingin mengingatkan. Marilah kita jaga persatuan kita, marilah kita rawat persaudaraan kita, marilah kita jaga dan kita rawat kerukunan kita. Harus kita jaga bersama-sama,” kata Presiden.

Kepala Negara mengingatkan, AMPI sebagai agen pembaharuan harus selalu mensosialisasikan ini kepada masyarakat. Ia meminta sampaikan kepada masyarakat,  jangan sampai karena urusan pilihan bupati, pilihan wali kota, pilihan gubernur, pilihan presiden semua ini menjadi pecah-pecah, semua merasa seperti tidak saudara lagi.

“Rugi besar bangsa ini karena Pilpres, pilihan gubernur, pilihan bupati dan wali kota setiap lima tahun pasti ada. Jangan sampai satu kampung enggak saling omong gara-gara pilihan bupati, jangan sampai antartetangga enggak saling sapa gara-gara pilihan gubernur. Jangan sampai di majelis taklim, satu majelis taklim enggak saling bicara, enggak saling ngomong karena pilihan presiden. Ini apa-apaan ini. Kita lupa bahwa kita adalah saudara sebangsa dan setanah air,” tutur Kepala Negara.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Kepala Staf Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, dan Ketua Umum DPP AMPI Dito Ariotedjo. (DNA/DID/ES)

Artikel lainnya :