Hadirkan 72 Ikon Berprestasi, UKP PIP Gelar Seni Pancasila Gemilang

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 22 Agustus 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 20.625 Kali
Para Ikon Pestasi Indonesia yang tampil dalam Pagelaran Seni Pancasila Gemilang, di JCC, Jakarta, Selatan (22/8) pagi. (Foto: OJI/Humas)

Para Ikon Pestasi Indonesia yang tampil dalam Pagelaran Seni Pancasila Gemilang, di JCC, Jakarta, Selatan (22/8) pagi. (Foto: OJI/Humas)

Sebagai puncak acara Festival Prestasi Indonesia, Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila  (UKP PIP) menyelenggarakan Pagelaran Seni Pancasila Gemilang, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (22/8) pagi.

Dalam Pagelaran Senin Pancasila Gemilang yang dengan diskusi bersama ikon-ikon prestasi ini tampil 72 ikon prestasi penggerak sosial di masyarakat, di antaranya Tiara Savitri (Pendiri Yayasan Lupus Indonesia), Lynna Chandra (Pendiri Rumah Rachel), Muhammad Gunawan/ Kang Ogun (Cancer Survivor), dan Sabar Gorky (Pendaki dengan disabilitas).

Setiap diskusi dan talkshow membawa tema yang berbeda, seperti Pancasila dalam ilmu pengetahuan, Pancasila dalam kewirausahaan sosial, Pancasila dalam keagamaan, dan lainnya yang disesuaikan dengan sila-sila Pancasila.

Selain itu, juga terdapat anjungan seni dan budaya, anjungan sains dan inovator, anjungan olahraga, anjungan penggerak sosial, anjungan audio visual, anjungan Yayasan Dokter Peduli. Juga terdapat anjungan kementerian dan perusahaan, di antaranya anjungan Kementerian Pemuda dan Olahraga, anjungan Kemendikbud, anjungan Kementerian Perdagangan, anjungan Kementerian PUPR, anjungan Otoritas Jasa Keuangan, dan lain-lain.

Deputi bidang Pengendalian dan Evaluasi UKP PIP Silverius Yoseph Soeharso menjelaskan, para ikon-ikon prestasi yang tampil dalam kegiatan Pagelaran Seni Pancasila Gemilang ini, mewakili 4 kategori, ada olahraga, seni dan budaya, sains dan inovasi, serta yang terakhir adalah sosial entepreneurship atau wirausaha sosial.

“Ini totalnya ada 72 orang, seperti hari ulang tahun Indonesia, 72 tahun,” kata Yoseph.

Diharapkan ke72 ikon prestasi Indonesia itu bisa memberi inspirasi sebagai anak-anak muda, baik yang paling kecil umur 10 tahun dengan ahli robotnya, sampai yang sudah senior seperti Putu Wijaya dihadirkan sebagai sebuah kebhinekaan.

“Pada intinya untuk memberi  kontribusi pada bangsa ini tidak perlu melihat umur, tidak perlu melihat latar belakang sosial, budaya, agama. Sepanjang kamu mengakui sebagai warga negara dan bangsa Indonesia, setiap apapun itu akan memberi inspirasi pada orang lain dan mendorong orang lain untuk berbuat yang sama,” ujar Yoseph.

Menurut Deputi bidang Pengendalian dan Evaluasi UKP PIP itu, ada banyak masyarakat kita yang memberikan kontribusi untuk bangsa, dan iitu inspiratif. “Jadi, intinya banyak karya anak-anak bangsa yang bisa kita hadirkan di ruang publik,” pungkas Yoseph. (FID/OJI/ES)

 

 

Berita Terbaru