Hapus Aturan Menghambat, Presiden Jokowi Minta Semua Kementerian Berlari Cepat

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 8 Desember 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 29.172 Kali
Presiden Jokowi memberikan arahan pada Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Bogor, Jabar, Selasa (8/12) pagi

Presiden Jokowi memberikan arahan pada Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Bogor, Jabar, Selasa (8/12) pagi (Foto: Setkab/Rahmat)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar semua kementerian mampu beriorintasi pada target.  Untuk itu, Presiden juga meminta agar setiap kementerian mampu mengurangi peraturan-peraturan yang menghambat kerja.

“Sejak Januari harus sudah berlari cepat. Saya tidak ingin kita semua terjebak pada rutinitas, business as usual, monoton,” kata Presiden Jokowi saat membuka Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (8/12) pagi.

Presiden menekankan, semua jajaran kabinet agar membawa tradisi-tradisi baru, cara-cara baru, dan pola-pola baru. “Semuanya harus berani membalikkan bahwa orientasi kita sekarang bukan orientasi prosedur , orientasi kita adalah orientasi hasil,” tegas Presiden seraya menegaskan,  prosedur itu mengikuti.

“Ini harus dibalik total.  Semuanya harus pada orientasi hasil bukan orientasi prosedur,” tegas Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, ada 42.000 aturan regulasi, baik berupa Peraturan Presiden (Perpres), Peratuan Pemerintah (PP), Peraturan Menteri (Permen), yang tahun depan harus hilang minimal separuh di setiap kementerian.

“Aturan-aturan ruwet, aturan-aturan yang menyebabkan kita ini terbelenggu sehingga tidak bisa cepat, tidak bisa fleksibel, tidak bisa melompat ini harus dihilangkan,” tegas Presiden Jokowi seraya menyebutkan, itulah yang selama ini membuat kita tidak bisa bergerak cepat.

Sidang Kabinet Paripurna ini dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, semua menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Kepala BIN Sutiyoso, dan Kepala BNP2TKI Nusron Wahid. (FID/UN/RAH/OJI/ES)

 

Berita Terbaru