Harga Timah Lesu, Presiden Jokowi Sarankan Pulau Belitung Kembangkan Pariwisata

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 20 Juni 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 26.776 Kali
Presiden Jokowi saat meninjau lokasi Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Kelayan, Belitung, Babel, Sabtu (20/6)

Presiden Jokowi saat meninjau lokasi Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Kelayang, Belitung, Babel, Sabtu (20/6)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai kawasan Pulau Belitung, Provinsi Bangka Belitung (Babel) lebih tepat dikembangkan sebagai kawasan pariwisata berdasar kondisi saat ini.

“Saya kira yang paling baik adalah memang di Belitung pariwisata, kalau campur antara tambang dan pariwisata saya kira tidak fokus,” kata Presiden Jokowi di Bandara Hananjoeddin Belitung sebelum bertolak ke Pangkalpinang Bangka Belitung, Sabtu (20/6) sore.

Ia menyebutkan potensi tambang timah tidak hanya di Belitung tapi juga di daerah lain termasuk Pulau Bangka.

“Pertimahan nanti, saya lihat timahnya dulu. Saya belum lihat timahnya kamu sudah tanya. Saya sudah tahu problemnya…,”kata Jokowi.

Sebelumnya, Presiden RI Jokowi mengatakan, ada sejumlah alasan kenapa dirinya datang ke Bangka Belitung. Ia mengemukakan, sekitar tiga setengah bulan yang lalu, Gubernur Babel Rustam Effendi datang menghadap dan menyampaikan kondisi tata kelola komoditi timah saat ini.

Menurut Kepala Negara, tata kelola tersebut harus dibenahi. Dia memahami bahwa timah merupakan potensi Babel. “Saya sudah diberikan cerita detail. Dan saya ingin melihat apakah bisa segera dicarikan solusi. Meskipun saya juga tahu sekarang harga komoditi timah memang lesu,” katanya.

Tujuan Wisata

Presiden Jokowi menyebutkan di Belitung sudah ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Kelayang yang bisa terus dikembangkan.

“Itu kalau dikembangkan, diperbaiki akan menjadi tujuan wisata yang bagus, baik untuk sandarnya cruise kemudian juga untuk wisata pantai juga bagus sekali,” papar Jokowi.

Namun diakui Presiden, KEK Tanjung Kelayang memang masih memerlukan sentuhan, termasuk dari investor sektor pariwisata. “Saya sampaikan kalau investornya siap, dengan dana dan mau langsung kerjakan silahkan diberi,” ujarnya

Kepala Negara menyebutkan dirinya menyampaikan ke gubernur dan bupati agar mempersilahkan investor untuk masuk.

“Segera pilihkan lokasi tetapi dengan catatan harus segera dikerjakan, beri waktu untuk mengerjakan misalnya setahun saja, kalau gak ada progress di lapangan ya cabut saja,” tutur Jokowi.

Presiden juga menyebutkan bahwa pemerintah akan segera memperpanjang landas pacu Bandara Hanandjoeddin Belitung dari 2.400 meter menjadi 2.800 meter.

“Step pertama harus diperpanjang landas pacu hingga mencapai 2.800 meter, dan kalau itu selesai baru step kedua menjadi bandara internasional termasuk perangkat-perangkat di sini akan disiapkan,” papar Jokowi.

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana berada di Pangkalpinang, Presiden Jokowi melaksanakan Shalat Tarawih di Masjid Jami Soeprapto Soeparno Bukit Baru Kota Pangkalpinang. Sebelumnya, Presiden Jokowi membagikan Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Kesejahteraan Keluarga (KKS) di Pantai Serdang, Desa Baru, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

(*/ANT/ES)

Berita Terbaru