Heli Gagal Mendarat di Meranti, Jokowi Perpanjang Waktu Kunjungan ke Pekanbaru

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 27 November 2014
Kategori: Berita
Dibaca: 66.161 Kali

Batal-1Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk memperpanjang kunjungannya ke Provinsi Riau menyusul kegagalannya bertemu dengan  masyarakat di lokasi bekas kebakaran lahan dan hutan di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Semula Presiden Jokowi dan rombongan dijadwalkan dengan helikopter langsung berkunjung ke Sungai Tohor, Meranti, setibanya di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru sekitar pukul 11.30 WIB dari Bengkulu. Kunjungan ini dimaksudkan untuk meninjau kilang sagu disana, dan melihat pembendungan kanal yang dilakukan oleh warga setempat.

Namun, setelah beberapa menit mengudara helikopter Super Puma yang ditumpangi rombongan Presiden Joko Widodo ke Kepulauan Meranti dihadang cuaca buruk. Akhirnya helikopter yang ditumpangi Presiden Jokowi kembali ke Bandara Sultan Syarif Kasim II.

Presiden Jokowi tetap meyakinkan, akan menemui rakyat di Meranti. Untuk itu, Presiden memutuskan memperpanjang waktu kunjunganya ke Pekanbaru.

“Besok (Kamis, red) pagi saya ke sana, karena itu tentu harus menginap di sini,” kata Jokowi di Pekanbaru, Rabu (26/11).

TNI sudah menyiapkan tiga helikopter, yakni dua jenis Bell dan satu Super Puma khusus untuk Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi dikabarkan menginap di Hotel Aryaduta, Pekanbaru, dan dijadwalkan akan kembali menggunakan helikopter ke Sungai Tohor, Kepulauan Meranti pada Kamis (27/11) pukul 07.00 WIB.

Semua Sudah Mengerti

Kepada wartawan di Pekanbaru, Riau, Rabu (26/11), Presiden Jokowi mengatakan, masalah kebakaran tidak ada solusi baru, karena semuanya sudah mengerti apa yang harus dilakukan. Ia menyebutkan, tidak ada terobosan, karena ini hanyalah masalah niat mau atau tidak mau menyelesaikan.

Presiden menegaskan, dirinya sudah menerima laporan dari semua pihak baik TNI-Polri, kementerian terkait dan pemerintah daerah hingga LSM lingkungan bahwa semua pihaknya sebenarnya sudah mengerti mengenai masalah kebakaran lahan dan hutan.

Hanya saja, Jokowi menilai belum semua pihak benar-benar berniat dan berkomitmen kuat untuk menuntaskan masalah tersebut.

“Kalau ada niat, semua akan selesai. Masalah kebakaran semua sudah tahu. Makanya saya tegaskan di depan tadi, ini mau menyelesaikan atau tidak,” tegas Jokowi.  (Humas Setkab/ES)

Berita Terbaru