Hormati Juga Yang Tidak Puasa, Menag: Warung-Warung Tak Perlu Dipaksa Tutup Selama Ramadhan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 9 Juni 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 25.505 Kali
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat meresmikan Masjid Tajul Arifin, di Tegal, Jateng, Senin (8/6) kemarin

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat meresmikan Masjid Tajul Arifin, di Tegal, Jateng, Senin (8/6) kemarin

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin berpendapat tidak perlu ada paksaan untuk menutup warung-warung penjual makanan selama bulan puasa Ramadhan mendatang.

“Warung-warung tak perlu dipaksa tutup. Kita harus hormati juga hak mereka yang tak berkewajiban dan tak sedang berpuasa..,” kata Menag melalui akun twitternya @lukmansaifuddin yang diunggahnya Senin (8/6) kemarin.

Bila ada yang sukarela menutup warungnya, lanjut Menag, tentu kita hormati. Tapi ia mengingatkan, bahwa muslim yang baik tidak memaksa orang lain menutup sumber mata pencaharian demi tuntutan menhormati yang sedang puasa.

“Saling menghormati adalah ideal. Tapi jangan paksa satu kepada yang lain,” tutur Menag.

Menag mengingatkan, selain menghormati yang sedang berpuasa, kita juga dituntut menghormati hak mereka (dalam mendapatkan makanan/minuman) yang tidak wajib berpuasa karena bukan muslim.

Selain itu, kita juga harus menghormat hak muslim/muslimah yang tidak sedang berpuasa karena keadaan (musafir, sakit, perempuan haid, hamil, menyusui).

(ES)

Berita Terbaru