Ikuti Irama Presiden, Pramono Minta Jajaran Sekretariat Kabinet Bekerja Cepat

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 21 Desember 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 13.457 Kali
Seskab dan MenpanRB dalam acara Exit Meeting Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Reformasi Birokrasi (SAKIP) di Ruang Rapat Lantai 4 Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Kamis (21/12). (Foto: Humas/Agung).

Seskab dan MenpanRB dalam acara Exit Meeting Evaluasi SAKIP di Ruang Rapat Lantai 4 Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Kamis (21/12). (Foto: Humas/Agung).

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengingatkan jajaran Sekretariat Kabinet (Setkab) untuk bekerja dengan cepat mengikuti irama Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sangat aktif dan juga sangat cepat bekerja.

“Mungkin ini adalah Presiden yang paling hiperaktif dibandingkan dengan presiden-presiden yang pernah dipunyai di republik ini, dan saya termasuk yang  mendampingi ke lapangan, keluar negeri terbanyak dibandingkan dengan yang lainnya. Sehingga kami memahami, mengetahui bahwa kecepatan itu menjadi sangat penting,” kata Pramono Anung saat memberikan sambutan pada acara Exit Meeting Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Reformasi Birokrasi (SAKIP) di Ruang Rapat Lantai 4 Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Kamis (21/12) pagi.

Dalam acara yang dihadiri oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur itu, Seskab menjelaskan, tugas utamanya adalah menyelenggarakan rapat-rapat, baik itu Rapat Terbatas (ratas), Sidang Kabinet, juga memberikan masukan, saran, secara tertulis kepada presiden untuk hal-hal yang berkaitan dengan manajerial kabinet.

Ditambahkan Pramono, sebenarnya apa yang dilakukan dengan Sekretaris Kabinet ini lebih banyak hal yang tidak tertulis, karena memang menjadi orang yang dimintai masukan oleh Presiden.

Semua hasil dalam sidang-sidang kabinet itu, lanjut Seskab Pramono Anung, dipublikasikan pada hari yang sama. Karena itu, Seskab menyampaikan, website Setkab, instagram, juga twitter, facebook, itu menjadi rujukan dari semua kantor-kantor berita, dan juga lembaga lainnya.

“Termasuk risalah rapat selalu kita kerjakan paling maksimum 2 hari setelah rapat itu dilakukan,” ujar Seskab seraya menambahkan, dalam kepemimpinan Presiden Jokowi ini mungkin ratas terbanyak yang pernah dilakukan selama seluruh presiden yang ada.

“Kalau dulu dalam 1 bulan ratas mungkin 2-4 kali sekarang dalam 1 hari bisa 4 kali. Sehingga, Deputi DKK (Dukungan Kerja Kabinet) yang dipimpin oleh Pak Yuli (Yuli Harsono, red) anggarannya habis, saking banyaknya acara,” sambung Seskab.

Inpres Nomor 7 Tahun 2017

Pramono juga menyinggung mengenai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pengambilan, Pengawasan, dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan Di Tingkat Kementerian Negara Dan Lembaga pemerintah, yang memberikan wewenang kepada Seskab untuk manajemen kabinet bukan hanya ketika keputusan itu ada, tetapi mulai dari penyiapan yaitu tentang pengambilan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan kebijakan di semua kementerian/lembaga dikoordinasikan bersama-sama dengan menko yang ada.

“Saya sudah sampaikan kepada teman-teman di Setkab, kita tidak boleh membiarkan Presiden untuk tidak mengambil keputusan dalam setiap Rapat Terbatas. Sehingga dalam semua ratas maupun sidang kabinet, maka Presiden akan mengambil keputusan,” ungkap Seskab.

Dalam proses itu, lanjut Seskab, apa yang akan diputuskan oleh Presiden tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang ada, harus jelas, transparan, dan bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat maupun kementerian lembaga.

Seskab Pramono Anung juga menyinggung perubahan mendasar dalam Tim Penilai Akhir (TPA) yang menentukan pejabat-pejabat eselon I. Dulu, jelas Seskab, TPA yang melibatkan Menteri PANRB itu Keputusan Presiden (Keppres)-nya bisa keluar 3-6 bulan kemudian.

Namun, sejak dirinya menjadi Sekretaris Kabinet, menurut Pramono, mekanisme itu diubah, maksimum 2 (dua) hari setelah TPA, Keppres akan ditandatangani.

“Maka pada waktu kita ubah ini, beberapa waktu lalu begitu kita keluar pertama di Kejaksaan Agung, itu ributlah dari media bahwa itu Keppres palsu karena TPA-nya 2 hari yang lalu tapi sekarang sudah dilantik. Termasuk yang kemarin pelantikan Dirjen Pajak,” ungkap Seskab.

Kecepatan yang seperti ini, lanjut Seskab Pramono Anung, menjadi penting yang mungkin awal-awal di dalam internal Setkab sendiri juga pasti ada hambatan. “Tapi alhamdulillah hari ini betul-betul tidak ada hambatan sama sekali,” pungkasnya.

Selain dihadiri oleh Menteri PANRB Asman Abnur, Exit Meeting Evaluasi SAKIP itu juga dihadiri oleh Wakil Sekretaris Kabinet Ratih Nurdiati, para Deputi, Staf Ahli Seskab, Staf Khusus Seskab serta para pejabat eselon II, eselon III, dan staf di lingkungan Sekretariat Kabinet dan Kementerian PANRB. (FID/AGG/ES)

Berita Terbaru