Indeks Kepuasan Capai 79,85, Menkes: 169 Juta Warga Sudah Jadi Peserta JKN

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 25 Oktober 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 19.717 Kali

Forum Tematik Badan Koordinasi Hubungan Kemasyarakatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan, Selasa (25/10). (Foto: Humas/Edi)

Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F. Moelok mengemukakan, hingga saat ini sebanyak 169 juta lebih warga telah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Berdasarkan survei, Indeks Kepuasan JKN saat ini mencapai 79,85.

Saat menyampaikan sambutan pada Forum Tematik Badan Koordinasi Hubungan Kemasyarakatan (Bakohumas), di Gedung Dr. J. Leimena, Jakarta, Selasa (25/10), Menkes mengatakan, tantangan implementasi JKN adalah kematian akibat penyakit tidak menular semakin meningkat, yang terjadi karena faktor perilaku hidup.

“Perawatan inap yang paling banyak dengan perlindungan JKN, salah satunya adalah sakit jantung (sistem kardiovaskuler) berdasarkan data hingga Januari 2016,” jelas Nila.

Kebijakan penguatan layanan kesehatan yang menjadi agenda Nawacita pemerintahan Presiden Joko Widodo (JK) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), menurut Menkes, bisa dilakukan dengan pemerataan akses, peningkatan kualitas, dan penggunaan sistem rujukan.

“Rumah sakit terdiri dari rujukan nasional, provinsi, dan untuk perbatasan. Salah satu upaya meningkatkan kualitas adalah melakukan akreditasi kepada rumah sakit dan puskesmas,” terang Menkes.

Ia menyebutkan, salah satu program yang dikuatkan sekarang adalah program Nusantara Sehat yang penempatannya dilaksanakan di puskesmas seluruh Indonesia.

Sementara beberapa program Gerakan Masyarakat Sehat, menurut Menkes, yakni promosi kesehatan, perlindungan spesifik, diagnosa awal. “Pentahapan keluarga sehat dimulai tahun 2015 sampai 2019 dengan pencapaian target program hingga 8.610 puskesmas di 27 provinsi dan 149 kabupaten,” ujarnya.

Adapun strategi pendekatan kesehatan melalui keluarga, lanjut Menkes, dilakukan dengan cara kunjungan rumah, daur kehidupan dari anak-anak sampai dewasa, dan prioritas pendekatan pada kegiatan promotif-preventif.  “Pemberdayaan Masyarakat dapat melalui Posyandu dan Posbindu yang ada di masyarakat,” pungkasnya.

Dalam acara Forum Tematik Bakohumas itu tampak hadir  Sekjen Kemenkes Untung Suseno Sutarjo, dan Direktur Kemitraan Komunikasi Kementerian Kominfo Dedet Surya Nandika. (EN/ES)

Berita Terbaru