Indonesia dan Nauru Sepakat Kerja Sama Bidang Maritim

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 8 Desember 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 12.479 Kali
Presiden Jokowi dengan Presiden Republik Nauru, Baron Divavesi Waqa, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/12). (Foto: Humas/Rahmat)

Presiden Jokowi dengan Presiden Republik Nauru, Baron Divavesi Waqa, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/12). (Foto: Humas/Rahmat)

Pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Republik Nauru, Baron Divavesi Waqa, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/12) pagi, telah menghasilkan kesepakatan kerja sama di bidang maritim dan marine resources management.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, karena Nauru ini adalah negara kepulauan kecil, climate change menjadi masalah yang sangat menantang. “Tantangan utama termasuk di bidang climate change terutama naiknya level air laut,” kata Retno kepada wartawan usai mendampingi Presiden Jokowi menerima kunjungan kenegaraan Presiden Nauru.

Menurut Menlu, Indonesia ini adalah negara kepulauan, 17.000 pulaunya, dan ribuan pulaunya adalah pulau-pulau kecil. Karena itu, kepentingan negara kecil di Pasifik juga merupakan kepentingan Indonesia.

Buat negara-negara kecil di Pasifik, lanjut Menlu, masalah climate change itu adalah isu survival, karena kalau air laut terus naik ke atas, maka mereka, pulau-pulaunya, akan tenggelam. “Oleh karena itu, kita tunjukkan keberpihakan kita terhadap kepentingan negara-negara kepulauan kecil,” ujarnya.

Mengenai maritim dan isu fisheries, menurut Menlu, yang dibahas adalah mengenai IUU (illegal, unreported, and unregulated) fishing dan marine resources management. Ia mengemukakan, bahwa Presiden Jokowi menyampaikan bahwa kita akan membantu dalam bentuk capacity building untuk 2 isu tersebut.

Dalam kesempatan itu, menurut Menlu Retno Marsudi, Presiden Nauru juga mengundang Indonesia untuk hadir dalam perayaan 50 tahun kemerdekaan negara tersebut, bulan Januari tahun depan.

“Presiden sudah memutuskan bahwa Menko Polhukam Wiranto akan hadir mewakili Indonesia, dan sekaligus akan membawa tim ekonomi yang akan menindaklanjuti fokus kerja sama yang dibahas oleh kedua presiden,” pungkas Menlu. (GUN/RAH/ES)

Berita Terbaru