Indonesia Digital Economy Summit 2020, 27 Februari 2020, di Ballroom 2 & 3, Ritz Carlton Pacific Place, Provinsi DKI Jakarta

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 27 Februari 2020
Kategori: Sambutan
Dibaca: 695 Kali

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera bagi kita semuanya.

Yang saya hormati CEO Microsoft Corporation Mr. Satya Nadella beserta seluruh delegasi Microsoft yang hadir,
Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Maju,
Bapak-Ibu hadirin yang berbahagia.

Saya senang sekali pagi hari ini bisa hadir di sini. Saya lihat di sini sudah hadir lengkap, mulai dari startup developer, teknopreneur, IT (information technology) professional developer, juga saya melihat yang muda-muda mungkin dari mahasiswa dan para pelajar. Dan saya yakin semuanya mau berkumpul di sini karena ingin Indonesia tidak tertinggal dalam kemajuan ekonomi digital. Kita harus berada di depan dan bahkan yang terdepan.

Dan sebenarnya kita telah merasakan berkah dari ekonomi digital ini, tidak hanya dari platform digital marketplace konvensional. Siapa sangka masyarakat kita mampu melihat celah dari berbagai kanal media dan komunikasi digital yang kita miliki. Coba lihat Facebook kita, Twitter kita, Instagram kita, atau WA (Whatsapp) group kita, saya yakin dan saya lihat banyak lapak-lapak penjual yang berseliweran di situ banyak sekali, yang menawarkan berbagai produk kebutuhan sehari-hari. Saya lihat ada yang jualan pakaian, ada yang jualan makanan, ada yang jualan obat peninggi badan, dan akhir-akhir ini saya lihat banyak yang jualan krim pemutih kulit. Saya kadang-kadang lihat, “ini apa”, tapi inilah sebuah kreativitas. Dan di Instagram saya sendiri banyak yang nawarin obat penggemuk badan, ini apa. Saya pikir, ini laku atau tidak, tapi karena marketing-nya begitu gencar pasti itu barang laku, meskipun benar atau enggak benar saya enggak tahu.

Ini adalah sebuah kreativitas yang luar biasa. Mungkin tidak banyak masyarakat negara lain yang cara-cara berjualan di pasar-pasar digital seperti kita di Indonesia. Dalam lingkup yang kecil-kecil, mungkin juga dalam kapasitas yang kecil-kecil, tapi banyak yang melakukan.

Dan sampai saat ini Indonesia juga merupakan negara dengan nilai ekonomi digital terbesar di kawasan ASEAN, dengan pertumbuhan yang paling cepat. Coba kita lihat, 2015 nilai ekonominya USD8 miliar. USD8 miliar ini kalau ditriliun (rupiah) berapa itu berarti? Kira-kira Rp120-an triliun ya. Kemudian di 2019, USD40 miliar, USD40 miliar berarti Rp560 triliun. Dan diprediksi di tahun 2025, kita akan memiliki USD133 miliar.  Silakan kalikan sendiri berapa triliun rupiah.

Dan Indonesia juga tercatat memiliki ekosistem startup yang paling aktif di Asia Tenggara, nomor 5 di dunia, nomor 5 di dunia setelah Amerika (Serikat), setelah India, setelah Inggris dan Kanada. Kita nomor 5. Ini supaya dimengerti betul, kita nomor 5 setelah Amerika (Serikat), India, Inggris, dan Kanada. Dan kita memiliki 2.193 startup, ada 1 decacorn, ada 4 unicorn, dan salah satunya saya jadikan menteri founder-nya. Ini ada di sini.

Tapi itu juga belum cukup, Indonesia masih memiliki potensial pasar digital yang sangat besar. Penduduk kita 267 juta, ini sebuah pasar yang sangat besar, populasi terbesar keempat di dunia. Penetrasi pasar internet 65 persen di tahun 2019, naik 10 persen dibandingkan tahun 2018 yang 55 persen. Besar sekali, hati-hati besar sekali. Di tahun 2018, informasi yang saya dapat juga, ada 171 juta pengguna internet di Indonesia, 171 juta pengguna internet di Indonesia. Internet user 171 (juta), betul-betul sebuah pertumbuhan yang sangat pesat sekali, sekali sangat cepat sekali.

Oleh sebab itu, potensi seperti ini harus kita manfaatkan. Tadi Pak Satya Nadella juga menyampaikan ingin mendorong agar dunia bisnis kita, dunia usaha kita bisa bekerja lebih efisien, bisa bekerja lebih cepat, bisa bekerja lebih efektif. Inilah yang ingin kita inginkan.

Dan jumlah ini diprediksi akan terus meningkat sejalan dengan telah selesainya pembangunan infrastruktur telekomunikasi kita, yaitu Palapa Ring yang terhubung/menghubungkan lebih dari 500 kabupaten dan kota yang kita miliki. Jaringan internet broadband yang berkecepatan tinggi, ini yang kita akan terus garap.

Tetapi saya perlu ingatkan juga, jangan sampai kita ini hanya menjadi pasar. Kita juga tidak mau jadi penonton, ndak, atas kemajuan ekonomi digital ini. Perkembangan ekonomi digital harus memicu pemasaran produk-produk dalam negeri. Ini penting sekali. Pemasaran produk-produk usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah, penting sekali ini saya sampaikan. Artinya, ekonomi digital kita harus mendorong produksi dalam negeri ini laku, terjual. Jangan barang impor yang dipasang di marketplace kita.

Ekonomi digital juga harus menciptakan lapangan kerja, harus. Ekonomi digital juga harus mendorong ekspor, harus. Ekonomi digital juga harus meningkatkan devisa, harus. Dan kita harapkan ekonomi digital selanjutnya bisa menurunkan defisit neraca perdagangan kita, menurunkan defisit transaksi berjalan yang kita miliki, harapan kita itu.

Dan kita harus bekerja keras untuk menjadi produsen sehingga memberikan dampak yang luas dan positif kepada masyarakat kita. Dan saya melihat semakin banyak inisiatif startup, banyak sekali, dan cukup banyak inisiatif kewirausahaan kita, bisnis kita. Kewirausahaan sosial yang berbasis teknologi digital saya lihat juga banyak. Inilah kekuatan-kekuatan yang harus kita himpun terus.

Selain kita tingkatkan kuantitas dan skalanya, saya tekankan bahwa ekonomi digital harus memberikan kontribusi signifikan bagi kesejahteraan masyarakat kita, menaikkan kelas usaha mikro, usaha kecil kita, memasarkan produk-produk unggulan dengan kualitas yang baik ke pasar-pasar dunia, ke pasar-pasar ekspor, serta membuka lapangan kerja baru.  Produk digital juga harus berkontribusi memecahkan persoalan-persoalan krusial di masyarakat, misalnya meningkatkan akses pendidikan untuk masyarakat yang tidak mampu dan terpencil. Saya lihat ini juga sudah muncul banyak. Menyediakan pendanaan untuk usaha-usaha mikro dan usaha kecil, saya lihat ini juga sudah banyak. Termasuk crowdfunding untuk bantuan sosial, saya lihat juga ini sudah banyak yang bekerja di sini.

Untuk itu, pemerintah akan terus bekerja keras memperbaiki ekosistem ekonomi digital, mempermudah sumber pendanaan, mentoring, mempermudah ekosistem kerja sama dengan lembaga-lembaga investasi dunia serta regulasi dan birokrasi yang kondusif. Tadi pagi kita telah melakukan pertemuan dengan Microsoft juga, yang berkaitan dengan data center, saya sampaikan kepada beliau-beliau akan saya selesaikan dalam waktu tidak lebih dari 1 minggu apa yang diinginkan untuk regulasinya.

Dalam kesempatan ini, saya ingin mengajak para hadirin, para pelaku inovator untuk ikut andil dalam Indonesia digital growth story, untuk ikut menjadi bagian dari sejarah pertumbuhan digital ekonomi di Indonesia. Dan peluangnya sangat terbuka lebar, termasuk di dalamnya nanti dalam pembangunan ibu kota baru Indonesia di Kalimantan Timur.

Karena dengan ibu kota baru ini, kita ingin semangatnya bukan hanya pindah lokasi, pindah gedung, bukan itu tetapi kita ingin pindah cara kerja, kita ingin menginstal sistem sehingga sistem baru yang ingin kita ikuti, yang cepat, yang efisien. Juga pindah cara kerja, pindah budaya kerja. Kita ingin membangun sebuah basis ekonomi baru yang berbasis iptek dan inovasi, termasuk pindah dari analog ke sepenuhnya digital.

Program ini adalah program besar yang akan mendorong lompatan kemajuan Indonesia, lompatan dari mayoritas analog ke sepenuhnya digital. Cara kerja pemerintahan kita juga bertransformasi, harus bertransformasi ke digital. Ini selalu saya sampaikan kepada Menteri-menteri, termasuk mindset dan kulturnya yang berlogika digital. Harus semuanya ini pindah: pola pikir, kultur, semuanya harus berlogika digital. Oleh sebab itu, saya mengundang para hadirin di sini dan industri teknologi dunia untuk mengambil peran dalam transformasi ini.

Sedikit ingin saya sampaikan mengenai video ibu kota baru, 2 menit.

(Penayangan Video Nagara Rimba Nusa)

Ibu kota yang hijau. Tidak banjir dan tidak macet karena dimulai dengan tata ruang yang baik. Green city, smart city, compact city. Banyak pedestrian, orang berjalan kaki, banyak orang bersepeda, mobil harus elektrik dan pada lompatan berikut autonomous,  penggunaan energi yang baru terbarukan.

Terima kasih.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sambutan Terbaru