Indonesia Kekurangan Listrik Karena Perizinan Berbelit

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 5 April 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 27.764 Kali
Presiden memberi sambutan pada peresmian PLTS Hybrid dan PLTMH di Maluku (5/4). (Foto: BPMI/Rusman)

Presiden memberi sambutan pada peresmian PLTS Hybrid dan PLTMH di Maluku, Selasa (5/4). (Foto: BPMI/Rusman)

Presiden Joko Widodo selalu menerima keluhan tentang listrik ketika mengunjungi suatu kota, kabupaten maupun provinsi, termasuk dari hotel tempat Presiden menginap selalu mengeluhkan kekurangan listrik. Masalah tersebut diungkapkan Presiden ketika memberikan sambutan pada peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat di Desa Daruba, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Selasa (5/4) petang.

Menurut Presiden, masalah itu timbul karena proses perizinan pembangunan pembangkit listrik yang sangat panjang, dimana diperlukan 59 perizinan.

“Ngurusnya ada yang sampai 4 tahun, 6 tahun, ngurus izinnya saja. Bayangkan, ini yang harus diselesaikan terlebih dahulu,” kata Presiden.

Hal lain yang menghambat pembangunan pembangkit listrik adalah masalah pembebasan lahan. “Inilah problem kelistrikan kita,” pungkas Presiden.

Saat ini perizinan pembangunan pembangkit listrik telah dipangkas dari 59 peraturan menjadi 22 peraturan, dan akan diselesaikan selama 255 hari. Namun menurut Presiden, proses perizinan tersebut masih terlalu lama.

“Masalah yang berkaitan dengan izin apapun tolong dipercepat. Pangkas yang sulit, beri kemudahan kepada masyarakat kita,” pesan Presiden kepada Gubernur, Bupati, Walikota dan jajaran di bawahnya, termasuk Camat agar memberikan kemudahan dalam perizinan.

Presiden menekankan bahwa saat ini adalah era kompetisi, maka yang lamban akan ditinggal. Proses perizinan yang memakan waktu lama tidak akan menarik investor.

“Tidak bisa lagi mengurus izin sampai bertahun-tahun. Zaman IT, ngurus izin dalam hitungan kecepatan jam. Kalau tidak, sekali lagi, bisa kalah bersaing dengan negara di sekitar kita. Negara kita harus memenangkan persaingan itu. Kalau tidak dibenahi jangan berharap memenangkan pertandingan itu,” tegas Presiden.

Pembangunan Infrastruktur

Selanjutnya Presiden menyampaikan, setiap wilayah harus memiliki pelabuhan, karena dengan infrastruktur inilah suatu daerah dapat berkembang. Tahun ini telah siap diresmikan 35 pelabuhan termasuk pengembangan pelabuhan, satu pelabuhan telah diresmikan Presiden hari ini, yakni Pelabuhan Wasior dan besok lima pelabuhan akan diresmikan Presiden.

“Inilah konektivitas. Inilah yang akan mempersatukan kita,” ujarnya.

Terkait percepatan pembangunan, Presiden memerintahkan jajaran terkait untuk mempersiapkan regulasi, aturan-aturan yang cepat, infrastruktur dan sumber daya manusia yang berkualitas guna menghadapi persaingan dan kompetisi

Pada akhir sambutan, Presiden berpesan kepada masyarakat setempat untuk senantiasa memelihara infrastruktur yang telah dibangun pemerintah.

“Kita ini masalah pemeliharaan perawatan, paling tidak bisa. Membangun pintar, merawat tidak bisa. PLTS Doroba 3-4 tahun berhenti, inilah gunanya turun ke bawah, karena ada yang bisikin saya,” ungkap Presiden

Ikut mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo pada kegiatan tersebut adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba.

(TKP/SLN)

Berita Terbaru