Usai Bertemu Kanselir Jerman, Presiden Jokowi Jumpa WNI di KBRI

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 18 April 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 23.092 Kali
Presiden Jokowi berfoto bersama Dubes dan warga negara Indonesia di KBRI, Jerman (18/4). (Foto: Humas/Deni)

Presiden Jokowi berfoto bersama Dubes dan warga negara Indonesia di KBRI, Jerman (18/4). (Foto: Humas/Deni)

Tepat pukul 14.00 Waktu Setempat (WS), Senin 18 April 2016, Presiden Joko Widodo menyambangi Bundesklanzeramt atau Kantor Kanselir Republik Federal Jerman. Di sini, Presiden Jokowi langsung disambut Kanselir Republik Federal Jerman Angela Merkel.

Keduanya berjalan bersama menuju karpet merah untuk memperkenalkan para pejabat yang berasal dari kedua negara. Kanselir Merkel lebih dahulu memperkenalkan delegasi resminya kepada Presiden Jokowi dan dilanjutkan dengan perkenalan delegasi resmi Indonesia oleh Presiden Jokowi.

Setelah itu, Presiden Jokowi dan Kanselir Merkel menuju dais untuk menerima laporan komandan jajar kehormatan dilanjutkan dengan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Lagu Kebangsaan Republik Federal Jerman.

Usai dikumandangkan Lagu Kebangsaan kedua negara, Presiden Jokowi dan Kanselir Merkel berjalan melewati karpet merah memeriksa jajar kehormatan. Usai mengikuti Prosesi Upacara Penghormatan Resmi Militer selesai, Presiden Jokowi dan Kanselir Merkel memasuki gedung Kantor Kanselir untuk memulai pertemuan.

Bertemu Warga Negara Indonesia di Jerman

Agenda terakhir rangkaian kunjungan Presiden Jokowi di Republik Federal Jerman adalah bertemu warga negara Indonesia di Jerman. “Dengan sumber daya alam besar, dengan jumlah penduduk gede, potensi pasar, saya kira persaingan itu akan kita menangkan, kompetisi itu akan kita menangkan dan kita tidak mau menjadi pecundang,” tegas Presiden awali pidato yang disambut tepuk tangan masyarakat.

Presiden Jokowi menyampaikan bahwa saat ini sudah masuk para era persaingan, contoh kecil saja dengan ada Masyarakat Ekonomi ASEAN. “Kalau sudah masuk ke area persaingan kemudian tidak menyiapkan diri, memperbaiki, membenahi, kita akan tergilang oleh kompetisi, persaingan itu,” tegas Presiden Jokowi.

Fokus utama dalam kunjungan ke Jerman adalah tentang pendidikan/pelatihan vokasional karena dengan hal ini, Indonesia mempersiapkan sumber daya manusianya untuk tetap bisa bersaing. Presiden Jokowi pun meminta Dubes Indonesia untuk Negara Republik Jerman, Fauzi Bowo untuk konsentrasi  bantuan pendidikanpelatihan vokasional dari Jerman. Masyarakat indonesia di Jerman berjumlah 17.000 yang tersebar di 16 negara bagian.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam acara tersebut, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menlu Retno Marsudi, Seskab Pramono Anung, Mendag Thomas Lembong, Kepala BKPM Franky Sibarani. Selanjutnya, Presiden Jokowi dan rombongan langsung melanjutkan agenda kunjungan kerja Eropa ke Inggris. (DNS/TKP/EN)

Berita Terbaru