Ingatkan Peran Indonesia, Presiden Jokowi Berharap Inisiatif ‘Belt and Road’ Dapat Diwujudkan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 16 Mei 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 18.245 Kali
Presiden Jokowi saat tiba di Palu, Senin malam (15/5). (Foto: BPMI)

Presiden Jokowi saat tiba di Palu, Sulawesi Tengah, Senin malam (15/5). (Foto: BPMI)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kembali peranan Indonesia saat Jalur Sutra pertama kali berkembang. Saat itu, Indonesia memang dikenal sebagai kepulauan kaya rempah.

“Saya ingin mengingatkan bahwa di abad-abad di mana Jalur Sutra pertama kali berkembang, Indonesia saat itu dikenal sebagai kepulauan rempah, the Spice Islands,” kata Presiden Jokowi pada Konferensi Tingkat Tinggi The Belt and Road Forum for International Cooperation (BRF), di Beijing, Tiongkok, Senin (15/5) kemarin.

Oleh karena itu, dalam visi infrastruktur One Belt One Road (OBOR) yang digagas oleh pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Presiden Jokowi menginginkan agar Indonesia kembali memainkan peranan penting dalam inisiatif yang juga disebut sebagai Jalur Sutra baru tersebut.

“Indonesia dan Asia Tenggara harus kembali memainkan peranan yang penting dalam memasok bahan baku dan sumber daya alam yang kemudian diolah menjadi produk dan jasa,” tegas Presiden.

Untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis perniagaan dan bisnis di sepanjang Jalur Sutra baru, Presiden mengajak para kepala negara untuk bekerja sama dengan Indonesia dan Asia Tenggara dalam mengolah dan mengembangkan bahan baku industri dan pangan yang dimiliki.

“Saya ingin mengundang Bapak/Ibu sekalian untuk bekerja sama erat dengan kami di Indonesia dan di ASEAN untuk menggarap bersama bahan baku industri yang kami miliki, bahan baku pangan yang kami miliki, dan sumber daya energi yang kami miliki untuk mengembangkan bersama, dari ujung ke ujung, rantai produksi di sepanjang Jalur Sutra,” ujar Presiden.

Presiden Jokowi menjelaskan, bahwa Indonesia merupakan satu di antara tiga negara utama di dunia yang memasok bahan pangan seperti kakao, kopi, kelapa, minyak kelapa sawit, dan rempah-rempah seperti kayu manis, pala, dan banyak yang lain.

Sementara di bidang industri, Presiden Jokowi menyampaikan, bahwa Indonesia juga berada dalam tiga besar negara pemasok bahan baku industri seperti nikel, timah, tembaga, dan aluminium bauksit. Tak hanya itu, Indonesia juga diberkati dengan sumber daya energi yang berlimpah dan terjangkau.

“Asia Tenggara, khususnya Indonesia, juga diberkati dengan sumber daya energi yang berlimpah dan murah. Tenaga hidro, tenaga geotermal, tenaga surya, dan tentunya tenaga batu bara,” jelas Presiden.

Picu Industrialisasi

Presiden Joko Widodo juga percaya bahwa pembangunan infrastruktur melalui inisiatif Belt and Road ini dapat memicu industrialisasi di berbagai belahan dunia lainnya sebagaimana yang pernah dialami oleh Tiongkok.

Dengan demikian, Presiden meyakini akan semakin banyak orang yang diharapkan untuk keluar dari jerat kemiskinan.

“Kami meyakini bahwa upaya pembangunan infrastruktur melalui inisiatif Belt and Road bisa memicu industrialisasi yang dahsyat. Dari Afrika, Timur Tengah, Asia Sentral, Asia Selatan, hingga Asia Tenggara dan Asia Timur,” ujar Presiden.

Untuk itu, Presiden Jokowi berharap agar inisiatif Belt and Road ini mampu diwujudkan menjadi hal yang nyata. Sebab, hal inilah yang sebenarnya sedang ditunggu-tunggu oleh dunia.

“Satu aspek yang sangat saya hargai mengenai inisiatif Belt and Road sejauh ini adalah realisasi yang nyata. Bukan hanya bicara, tapi benar-benar membangun sesuatu. Pelabuhan, kereta api, dan industri yang bisa kita lihat, bisa kita sentuh. Itulah keberanian dan aksi nyata yang dibutuhkan di dunia saat,” pungkas Presiden. (DNS/ES)

Berita Terbaru