Ini 3 Langkah Presiden Jokowi Selesaikan Insiden Di Tolikara, Papua

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 22 Juli 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 23.644 Kali
Presiden Jokowi menggelar silaturahim Idul Fitri 1436H, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7)

Presiden Jokowi menggelar silaturahim Idul Fitri 1436H, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan tiga instruksi untuk menyelesaikan insiden yang terjadi pada saat umat Muslim sedang melaksanakan Salat Ied di di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, pada Jumat (17/7) lalu.

“Presiden meminta penegakan hukum diselesaikan. Kedua, Presiden memerintahkan segera dilakukan kembali pembangunan fasilitas yang rusak di Tolikara,” kata Tim Komunikasi Presiden, Teten Masduki, di Istana Negara,  Jakarta, Rabu (22/7).

Untuk membangun kembali masjid dan 15 kios bagi putra daerah Papua itu, lanjut Teten, Presiden  Jokowi memberikan bantuan dana sebesar Rp 1 miliar.

“Ketiga, Presiden akan melakukan dialog dengan tokoh masyarakat Papua untuk sama-sama meredam, menenangkan situasi di sana, mau pun juga secara  nasional,” kata  Teten Masduki.

Teten menjelaskan, instruksi tersebut disampaikan langsung Presiden Jokowi kepada Kepala BIN Sutiyoso, Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Mendagri Tjahjo Kumolo, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, dan Kapolri Badrodin Haiti.

Tolikara Sudah Kondusif

Di tengah menerima silaturahmi Idul Fitri 1436 H, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7), Preside Jokowi sempat memanggil Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhi Purdijatno, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kepala Kepolisian RI (Kapolri)  Badrodin Haiti, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, kondisi di Tolikara sudah kondusif. Ia menyebutkan, hari ini Kepolisian telah memeriksa lima saksi lain untuk kasus ini, dan diharapkan Kepolisian dapat menetapkan tersangka hari ini.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, insiden di Karubaga, Tolikara, terjadi pada Jumat (17/7) pagi, ketika puluhan orang memprotes penyelenggaraan salat Id di lapangan Markas Komando Rayon Militer 1702-11/Karubaga. Mereka berdalih telah memberitahu agar ibadah Lebaran tak dilaksanakan di daerah tersebut karena berbarengan dengan acara seminar dan kebaktian kebangunan rohani pemuda GIDI.

Polisi yang mengamankan lokasi salat Id sempat mengeluarkan tembakan peringatan. Namun massa mengamuk hingga menyebabkan puluhan kios dan satu musala di sekitar lapangan habis terbakar. Seorang korban tewas dan belasan lainnya luka-luka terkena peluru. (*/WID/ES)

Berita Terbaru