Inilah Harga BBM Yang Berlaku Mulai Selasa Besok, Pukul 00.00 WIB

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 4 Januari 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 83.207 Kali
Dirut Pertamina menyampaikan keterangan pers usai Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta (4/1)

Dirut Pertamina menyampaikan keterangan pers usai Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta (4/1). (Foto: Humas/Jay)

Menyusul keputusan pemerintah menunda pemungutan Dana Ketahanan Energi, Dirut Pertamina (Persero) Dwi Sutjipto langsung mengumumkan harga baru BBM yang berlaku mulai Selasa (5/1) pukul 00.00 WIB.

“Kami sampaikan sesuai dengan harga keekonomian maka untuk solar, ini akan turun dari Rp6.700 ke Rp5.650, kemudian kerosin tetap. Premium non-Jamali (Jawa, Madura, dan Bali) Rp7.300 turun ke Rp6.950, kemudian Premium Jamali dari Rp7.400 turun ke Rp7.050,” kata Dwi di kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (4/1) petang.  

Kemudian di luar yang ditetapkan oleh Pemerintah, Pertamina juga akan menurunkan untuk produk-produk yang lain:

·      Pertalite turun Rp350 dari Rp8.250 ke Rp7.900,

·      Pertamax DKI-Jabar turun dari Rp8.650 menjadi Rp8.500,

·      Pertamax Jawa Tengah-DIY turun dari Rp8.750 ke Rp8.600,

·      Pertamax Jawa Timur turun dari Rp8.750 ke Rp8.600,

·      Pertamax Plus DKI turun dari Rp9.650 ke Rp9.400,

·      Pertamina Dex DKI turun dari Rp9.850 ke Rp9.600,

·      Solar non-PSO turun dari Rp8.300 ke Rp8.050.

 Kemudian LPG untuk harga produk domestik gas:

·      LPG 12 kg rata-rata nasional turun sebesar Rp5.800 per tabung,

·      LPG 12 kg untuk Jabodetabek turun Rp5.600 per tabung,

·      Bright Gas 12 kg turun Rp4.800 per tabung, untuk Jabodetabek turun Rp4.600 per tabung,

·      Bright Gas 5,5 kg untuk Jabodetabek turun Rp4.500 per tabung,

·      Yes Gas 9 kg Jabodetabek turun Rp5.000 per tabung,

·      Yes Gas 12 kg turun Rp6.000 per tabung,

·      Yes Gas 14 kg turun Rp8.000 per tabung,

·      LPG 6 kg rata-rata nasional turun Rp2.000 per tabung.

 “Harga adalah harga di tingkat agen sudah termasuk PPN, filling fee, transport fee, dan margin agen,” pungkas Dwi. (SLN/FID/ES)

Berita Terbaru