Inilah Klarifikasi Menteri ESDM Sudirman Said Soal Tuduhan Fitnah SBY

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 19 Mei 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 27.213 Kali
Menteri ESDM Sudirman Said menjawab wartawan seusai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (19/5)

Menteri ESDM Sudirman Said menjawab wartawan seusai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (19/5)

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasa difitnah atas pernyataan Menteri ESDM Sudirman Said yang mengatakan, bahwa pemberantasan mafia migas selalu berhenti di mejanya saat ia menjabat sebagai Presiden RI ke-6.

SBY pun meminta klarifikasi Menteri ESDM Sudirman Said tentang apa yang dimaksud, karena justru ia pun ingin penyimpangan apapun diberantas.

“Saya tertib dalam manajemen pemerintahan. Isu serius seperti mafia migas, pasti saya respons. Tidak mungkin berhenti di meja saya,” kata SBY melalui akun twitternya @SBYudhoyono yang diunggahnya hari Senin (18/5) kemarin.

SBY pun memandang berita (pernyataan Menteri ESDM) itu sudah termasuk fitnah dan pencemaran nama baik. Karena itu, ia masih menunggu klarifikasi dari pihak-pihak yang menyebarkan.

Tahu Persis

Menanggapi hal itu, Menteri ESDM Sudirman Said mengemukakan, bahwa ia hanya menjalankan mandat untuk terus menata berbagai aspek pengelolaan manajemen sumber daya manusia. Dan menjadi kewajiban dirinya untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat pada setiap langkah-langkah penataan.

“Mengenai situasi pengelolaan migas di masa lalu, saya yakin para pengelola, pemerintah, dan juga berbagai stakeholder tahu persis situasinya,” kata Sudirman Said kepada wartawan yang mencegatnya seusai sidang kabinet paripurna, di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (19/5) siang.

Sudirman mengaku senang karena diskusinya dengan Faisal Basri, di Cikini, Jakarta, mendapat sambutan dari banyak pihak, dan membuat banyak pihak melek, menjadi lebih tahu situasi yang sebenarnya.

“Karena itu, saya menyambut baik untuk berdiskusi dengan siapapun untuk mencari jalan keluar supaya migas ini, dari waktu ke waktu, lebih baik, lebih transparan, lebih akuntabel, lebih efisien,” ungkap Sudirman Said.

Berkaitan denga Petral dan sebagainya, Menteri ESDM Sudirman Said meyakini, tidak ada keputusan besar, penting yang tidak melibatkan pimpinan tertinggi negara, begitupun pada waktu ia memutuskan pembubaran Petral.

“Jadi itu kira-kira tanggapan saya dan mohon tidak diperpanjang karena yang kita lakukan semata-mata menata hal-hal yang sudah lama waktunya,” pinta Sudirman.

Menurut Menteri ESDM itu, tidak hanya Petral, eksplorasi, soal SKK Migas, soal bagaimana lokasi gas itu semuanya sedang ditata. Ia menilai, itu adalah hal-hal yang sudah lama harusnya ditata. (Humas Setkab/ES)

Berita Terbaru