Inilah Penjelasan Presiden SBY Soal Kegagalan Bertemu Megawati

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 5 Oktober 2014
Kategori: Berita
Dibaca: 25.257 Kali
Masyarakat antusias menyambut Presiden SBY seusai menunaikan solat Idul Adha, Mingu (5/10)

Masyarakat antusias menyambut Presiden SBY seusai menunaikan solat Idul Adha, Mingu (5/10)

Menjadi polemik sejumlah media, baik cetak, elektonik maupun media sosial, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya memberikan penjelasan terkait kegagalannya bertemu dengan mantan Presiden yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, terutama di detik-detik terakhir menjelang pemilihan pimpinan Ketua DPR-RI periode 2014-2019, pada Rabu (1/10) malam hingga Kamis (2/10) dinihari.

Melalui akun twitter pribadinya @SBYudhoyono yang diunggahnya pada Minggu (5/10) sore, Presiden SBY mengaku menerima banyak pertanyaan bernada menyesalkan, mengapa ia dan Megawati Soekarnoputri tidak bisa saling bicara langsung untuk kebaikan bangsa.

Belakangan, kata SBY, bahkan ada yang menuduhnya seolah-olah ia menutup diri terhadap komunikasi dan silaturahmi dengan Megawati.

“Benar, 10 tahun ini saya berupaya untuk bisa bersilaturahim dan menjalin komunikasi kembali dengan Ibu Megawati. Tetapi Allah belum mengizinkan,” tulis Preside SBY melalui akun twitter pribadinya itu.

Presiden SBY mengisahkan, mantan Ketua MPR yang juga suami Megawati Soekarnoputri, almarhum Taufik Kiemas, sampai akhir hayatnya, juga ingin ia berdua (SBY dan Megawati) bisa menjalin komunikasi lagi demi kebaikan bangsa.

Menurut SBY, sukup sering ia bertemu Pak Taufik Kiemas dan Puan Maharani (Ketua Fraksi PDIP di DPR yang juga putrid Megawati), juga para pimpinan PDIP yang dikatakan menyampaikan pesan dari Megawati.

“Selama ini pesan Ibu Mega saya respons positif. Jika tidak mungkin saya lakukan sebagai Presiden, juga saya sampaikan baik-baik,” ungkap SBY.
Pimpinan DPR

SBY juga mengemukakan, berkaitan dgn dinamika politik sebelum Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 lalu, ia juga menyampaikan pesan kesiapan saya utk bertemu Megawati. Namun, SBY menyesalkan respon yang ia terima kurang positif, sehingga pertemuan urung terlaksana.

“Publik dan media, saya kira juga tahu,” ujar SBY.

Pemilihan Pimpinan DPR

Terkait dengan perkembangan yang terjadi menjelang pemilihan pimpinan DPR-RI periode 2014-2019, Presiden SBY menjelaskan, pada Selasa (30/9) malam, ia bertemu dengan Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan mantan calon wakil presiden pada Pilpres 2014 lalu, yaitu Hatta Rajasa, di Istana Negara, untuk membicarakan politik terkini.

Menurut SBY, pertemuan dengan Pak Jokowi berlangsung baik. Selanjutnya, ketika PDIP inginkan kebersamaan di DPR, SBY menyampaikan pentingnya pertemuan dirinya dengan Megawati Soekarnoputri masing-masing selaku Ketua Umum Partai Demokrat (PD) dan PDI Perjuangan (PDIP).

“Pertemuan saya dengan Pak Jokowi selama ini baik dan konstruktif. Pertemuan antara Presiden “incumbent” dengan Presiden Terpilih,” terang SBY dalam akun twitter pribadinya itu.

Tetapi, untuk sebuah kebersamaan politik antara PDIP dan PPD, SBY menyampaikan tentunya yang mesti bertemu adalah kedua pemimpin partai. “Jika kedua Ketua Umum (PDIP & PD) bertemu, maka akan saling mengetahui kehendak, niat dan semangat yang baik untuk sebuah kebersamaan,” kata SBY meyakini.

Namun, nampaknya pertemuan penting di saat “kritis” itu tidak terjadi. Menurut SBY, ia mendengar nanti pada saatnya Megawati akan “menerima” dirinya.

Pada hari Rabu (1/10), setelah menghadiri Pelantikan Anggota DPR, DPD & MPR, menurut Presiden SBY, ia ditemui sahabatnya yang kini menjadi Wakil Presiden Terpilih Jusuf Kalla (JK), di Gedung DPR-RI.

“Intinya, Pak JK mengatakan akan baik jika ada solusi bersama untuk mengatasi situasi politik yang mengkhawatirkan. Pikiran itu jernih,” papar Presiden SBY yang merespon dan menyetujui pendapat tersebut.
Kuncinya, kata SBY, sekali lagi, jika ada pertemuan dan komunikasi langsung antara dirinya dengan Megawati Soekarnoputri.
Namun, hingga 1 Oktober malam, tambah Presiden SBY, pertemuan yang sudah lama ia harapkan itu memang tidak terjadi.

“Demikianlah penjelasan saya, agar duduk persoalannya menjadi jelas,” pungkas SBY seraya berdoa. Semoga Idul Qurban kali ini menjadi momen yang baik bagi kita semua. (ES)

Berita Terbaru