Insiden Di Tolikara, Staf Khusus Presiden: Ini Musibah, Jangan Lagi Sebut Konflik Agama

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 22 Juli 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 23.974 Kali
Staf Khusus Presiden Lenis Kagoya

Staf Khusus Presiden Lenis Kagoya

Staf khusus presiden Lenis Kogoya menegaskan bahwa, insiden atau kekerasan yang terjadi pada pada saat umat Muslim sedang melaksanakan Salat Ied di di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, pada Jumat (17/7) pagi itu merupakan musibah, sehingga ada baiknya semua pihak tidak lagi menyebutkan masalah itu sebagai konflik agama.

“Saya mengajak semua pihak agar masalah ini diserahkan ke pihak berwajib. Jangan lagi sebut-sebut itu persoalan agama yang nantinya tidak bisa segera selesai,” kata Lenis saat berada di Kota Jayapura, Papua, Selasa  (21/7)pagi.

Berdasarkan hasil kunjungannya ke Kabupaten Tolikara, Senin (20/7) pagi hingga sore, menurut Lenis, berbagai macam hal yang ditemuinya terkait persoalan yang mendapat beragam tanggapan itu.

“Waktu saya ke Karubaga, sempat bertemu dengan para pemangku kepentingan disana. Ada sejumlah hal yang akan saya sampaikan kepada Presiden Jokowi terkait persoalan itu,” kata Lenis.

Menurut Staf Khusus Presiden itu, insiden di Karubaga, Kabupaten Tolikara telah mendapat atensi yang luar biasa dari Pemerintahan Presiden Jokowi, dengan satu tujuan yaitu segera menyelesaikan persoalan itu dengan penanganan yang cepat dan benar.

“Mari kita berikan waktu kepada pihak yang tepat untuk menyelesaikan masalah itu. Saya juga mengimbau kepada semua pihak untuk menjaga kerukunan umat beragama yang telah tercipta baik selama ini,” tutur Lenis.

Sebelumnya, Lenis Kogoya mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo menyesalkan dan meminta maaf atas insiden yang terjadi di Tolikara, Papua pada Jumat (17/7).

“Ini musibah dan atas nama Presiden, saya memohon maaf,” kata Lenis dalam jumpa pers di Kantor Staf Khusus Presiden Gedung Sekretariat Negara Jakarta, Sabtu (18/7).

Sebagaimana diketahui insiden yang terjadi pada saat pelaksanaan salat Id di Tolikara berawal ketika imam Salat Id mengumandangkan takbir pertama, tiba-tiba sejumlah orang dari beberapa penjuru melempari jamaah yang sedang salat, sambil berteriak bubarkan.

Aparat keamanan dari kesatuan Brimob dan Yonif 756 yang melakukan pengamanan saat Idul Fitri itu kemudian mengeluarkan tembakan peringatan guna membubarkan massa yang melakukan pelemparan. Warga muslim yang salat kemudian memutuskan membubarkan diri. (*/ANT/ES)

Berita Terbaru