Jadi Penjaga Terdepan NKRI, Presiden Jokowi: Stop Pertikaian Prajurit TNI dan Anggota Polri

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 26 Juli 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 23.636 Kali
Presiden Jokowi saat memberikan arahan dalam acara pelantikan Praja TNI dan Polri di Magelang, Jawa Tengah (26/7). (Foto: Humas/Fitri)

Presiden Jokowi saat memberikan arahan dalam acara Pelantikan Praja TNI dan Polri di Magelang, Jawa Tengah (26/7). (Foto: Humas/Fitri)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, tanpa menutup mata, kadang kita masih mendengar berita mengenai pertikaian yang terjadi antara prajurit TNI dan anggota Polri. Ke depan, tegas Presiden, sudah tidak boleh terjadi lagi pertikaian yang terjadi antara prajurit TNI dengan anggota Polri.

“Stop dan harus disudahi. TNI dan Polri merupakan alat negara yang terdepan dalam menjaga pertahanan dan keamanan NKRI,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pidato pada pelantikan 720 perwira remaja pada Upacara Prasetya Perwira TNI dan Polri Tahun 2016 di Gedung Sapta Marga, Akademi Militer TNI, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (26/7) pagi.

Presiden menegaskan, TNI dan Polri harus bersinergi, harus berkoordinasi, harus bersatu, bergotong-royong untuk kepentingan bangsa, negara, dan rakyat Indonesia. “Hilangkan egosektoral, tingkatkan jiwa korsa, serta soliditas dan solidaritas TNI dan Polri, pelihara kemanunggalan TNI dan Polri dengan rakyat,” pintanya.

Presiden mengingatkan pesan yang disampaikannya kepada para perwira remaja, pada Senin (25/7) malam, agar prajurit TNI dan anggota Polri harus bersikap responsif, harus peka, dan terus meningkatkan kualitas kinerja secara profesional. Ketika ada kritik dari masyarakat terkait kinerja TNI dan Polri, jadikan itu sebagai masukan untuk perbaikan kinerja kita.

“Terus-meneruslah memperbaiki kualitas institusi, agar TNI dan Polri mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan lingkungan strategis, baik pada lingkup nasional, lingkup regional, maupun global,” tutur Presiden.

Presiden menyebutkan dua tantangan yang harus dihadapi para perwira TNI dan Polri. Di dalam negeri terjadi upaya-upaya pengeroposan nilai-nilai Pancasila, tindak kekerasan dan anarkisme terkait agama, terorisme, meningkatnya peredaran narkoba, penyelundupan, dan perdagangan-perdagangan ilegal.

Sementara di luar negeri, lanjut Presiden, isu-isu seperti kompetisi global, permasalahan perbatasan, konflik antarnegara, konflik intranegara, peperangan asimetris, perebutan cadangan energi, perlombaan senjata oleh negara-negara berkekuatan militer besar, maupun berkembangnya ISIS dan foreign terrorist fighters, menjadi isu-isu yang memberikan dampak secara langsung maupun tidak langsung terhadap negara kita, Indonesia.

“Saya minta kepada seluruh perwira remaja untuk melaksanakan tugas, amanah, dan pelayanan secara profesional, proporsional, dan prosedural dengan menjunjung tinggi ketentuan perundang-undangan, kode etik profesi, dan hak asasi manusia,” pungkas Presiden Jokowi.

Upacara Prasetya Perwira Remaja (Praspa) TNI-Polri 2016 itu juga dihadiri oleh Menko Polhukam Luhut B. Pandjaitan, Seskab Pramono Anung, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Menhan Ryamizard Ryacudu, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (DND/ES)

Berita Terbaru