Jalan di Perbatasan Kalimantan Ditargetkan Tembus pada 2018 Mendatang

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 19 Januari 2016
Kategori: Nusantara
Dibaca: 13.221 Kali

Jalur PerbatasanKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan ruas jalan paralel perbatasan di Kalimantan sepanjang 1.770 km pada tahun 2018 mendatang akan tembus alias dapat dilalui kendaraan. Saat ini tinggal tersisa sekitar 448 kilometer yang belum dibuka untuk jalan.

Namun Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII Kementerian PUPR, Bastian Sihombing, menyebutkan, meski tembus nanti kondisi jalan masih berupa jalan tanah, kerikil, dan sedikit yang beraspal.

Bastian berharap akses jalan yang terbuka itu diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar khususnya di daerah perbatasan. Adapun untuk melanjutkan membuka jalan, menurut Bastian, Kementerian PUPR bekerja sama dengan Zeni TNI AD dengan waktu yang dibutuhkan 2 tahun lagi.

“Tahun ini alokasi dana yang dibutuhkan sekitar Rp 300 miiar,” kata Bastian di sela-sela kunjungan kerja Menko Bidang Polhukam Luhut Panjaitan dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, di Pos Batas Lintas Negara (PBLN) Entikong, Kalimantan Barat, Kamis (14/1) lalu.

Sejauh ini progress pembangunan akses jalan di daerah Kalimantan Barat  baru berjalan 15%. Hal itu dikarenakan proses percepatan berjalan efektif baru dilaksanakan pada Agustus tahun 2015. “Tahun sebelumnya sudah berlangsung hanya saja tidak seagresif sekarang,” ungkap Bastian.

Menurut Bastian, akses jalan dari PLBN dalam jangka pendek akan dibuka dengan lebar 25 meter. Sementara untuk jangka panjang akan  ditingkatkan menjadi 50 meter. Oleh sebab itu sisi kanan/kiri jalan dari sekarang mulai dilakukan antisipasi untuk pengembangan ke depan.

Ia menyebutkan, jalan perbatasan di ruas Entikong hingga Balai Karangan  yang dibangun 4 lajur nantinya, akan menjadi urat nadi perekonomian di Provinsi Kalbar, terlebih menyambut MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN).

“Saat ini sejak dibangunnya PLBN, geliat perekonomian mulai terasa. Ditandai dengan melonjaknya harga tanah di sekitar Wilayah ini,” terang Bastian.

Mengenai pembebasan lahan, menurut Bastian, akan berjalan pararel sambil membangun yang sudah bebas. Di sisi lain masyarakat perlahan-lahan bersedia untuk direlokasi ke tempat yang baru.

“Untuk Kalimantan dari total 1.770 KM terdiri dari  726 Km di Kalimantan Barat, 223 kilometer di Kalimantan Timur dan 820 kilometer di Kalimantan Utara. Sisanya  448 kilometer akan segera dilanjutkan, “pungkas Bastian. (BIP Kemenerian PUPR/ES)

Nusantara Terbaru