Jalan Tol Medan – Kualanamu Diharapkan Beroperasi Tahun 2016

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 5 Januari 2015
Kategori: Nusantara
Dibaca: 162.947 Kali
Kepala BPJT Kementerian PU Achmad Ghani Ghazaly dan  Direktur PT Jasa Marga Kualanamu Tol Agus Suharyanto menandatangani perjanjian Pengusahaan Jalan Tol Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi, Senin (5/1)

Kepala BPJT Kementerian PU Achmad Ghani Ghazaly dan Direktur PT Jasa Marga Kualanamu Tol Agus Suharyanto menandatangani perjanjian Pengusahaan Jalan Tol Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi, Senin (5/1)

Pemerintah mengharapkan jalan tol Medan – Kualanamu bisa berfungsi pada tahun 2016 mendatang, sementera jalan tol Kualanamu – Tebing Tinggi bida dioperasikan pada tahun 2017.

Harapan itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU Djoko Murjanto saat menyaksikan Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi, yang dilakukan oleh Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Achmad Ghani Ghazaly dan  Direktur PT Jasa Marga Kualanamu Tol Agus Suharyanto, di kantor Kementerian PU, Jakarta, Senin (5/1).

“Dengan ditandatanganinya PPJT ini, kita harapkan pelaksanaan konstruksidapat segera dilaksanakan di lapangan, bahkan diharapkan di 2016 seksi I bias berfungsi dan 2017 seksi II juga harus sudah berfungsi,” kata Djoko.

Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi ini memiliki total panjang 61,70 km. Adapun seksi Tanjung Morawa (Medan)-Perbarakan-Kualanamu sepanjang 17,80 km sedang dalam tahap pembangunan oleh Pemerintah, dengan target selesai pada bulan Juni tahun 2015.

Menurut Dirjen Bina Marga Djoko Murjanto, untuk porsi pemerintah saat ini progress konstruksinya sudah mencapai 15 persen. Adapun investasi yang ditanamkan mencapai Rp 1,1 triliun.

Sisanya, sepanjang 43,90 km, lanjut Djoko, akan dibangun oleh PT Jasamarga Kualanamu Tol  yang dibagi dalam 2 Seksi, yaitu Seksi I Perbarakan-Lubuk Pakam, dan Seksi II Lubuk Pakam-Tebing Tinggi.

Djoko menyebutkan, sampai saat ini, pembebasan tanah di Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi telah mencapai telah mencapai 83%.

Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi itu dirancang akan memiliki 2×2 lajur pada tahap awal dan 2×3 lajur pada tahap akhir dengan kecepatan rencana 100 km/jam. Jalan tol ini merupakan jalur alternatif kendaraan dari Medan ke arah Timur menuju Tebing Tinggi dan terkoneksi dengan Jalan tol Belmera-Medan-Tanjung Morawa (Belmera).

Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi merupakan bagian dari Jalan tol Trans Sumatera yang mempunyai peranan penting dalam pergerakan penumpang, barang dan jasa, serta sebagai pondorong peningkatan ekonomi di Sumatera khususnya di Sumatera Utara.

Diharapkan dengan adanya Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi akan mendukung terciptanya pusat pertumbuhan ekenomi baru yang digagas oleh Pemerintah Pusat maupun Pemprov Sumut.

“Pembangunan Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi ini membutuhkan biaya investasi sebesar Rp 4,1 Triliun, dimana biaya investasi tersebut akan dipenuhi melalui equity dari PT Jasamarga Kualanamu Tol sebesar 30% dan pinjaman dari perbankan sebesar 70%,” kata Direktur PT Jasa Marga Kualanamu Tol Agus Suharyanto.

Agus mengatakan, setelah penandatanganan PPJT ini, PT Jasamarga Kualanamu tol akan segera melakukan tender pengadaan kontraktor, konsultan pengawas, serta konsultan Pengendali Mutu Independen (PMI) yang akan dilakukan di bulan Januari-Maret 2015.

Selanjutnya, PT Jasamarga Kualanamu Tol akan melakukan perjanjian kerjasama dengan sindikasi perbankan yang akan menyediakan pendanaan untuk pembangunan Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi. (Puskom PU/ES)

Nusantara Terbaru