Datang Terlambat, Presiden Jokowi Jamu Penerima Penghargaan Adhikarya Pangan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 16 Januari 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 121.001 Kali
Menko Perekonomian Sofyan Jalil mewakili Presiden Jokowi saat menerima pemenang penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (16/1) pagi.

Menko Perekonomian Sofyan Jalil mewakili Presiden Jokowi saat menerima pemenang penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (16/1) pagi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) datang terlambat, dan menugaskan Menko Perekonomian Sofyan Jalil untuk mewakilinya untuk memberikan sambutan saat menjamu para penerima  penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (16/1) pagi.

Acara tersebut dimaksudkan untuk memenuhi janji  Presiden Jokowi untuk mengundang mereka  ketika acara pemberian penghargaan  di pematang sawah di Balai Besar Tanaman Padi, Subang, Jawa Barat, Jumat (26/12) lalu.

Mereka yang hadir terdiri 94 penerima penghargaan selain penghargaan khusus bagi empat gubernur yang sudah tiga tahun berturut-turut menerima penghargaan itu, yaitu Gubernur Jawa Barat, NTB, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Menko Perekonomian Sofyan Jalil menyampaikan pesan Presiden Jokowi, agar para petani teladan mewujudkan tekad Presiden Jokowi menuju swasembada pangan dalam 3 (tiga) tahun mendatang.

Mengutip Presiden Jokowi, Sofyan Jalil mengemukakan, pemerintah akan membangun 49 waduk dalam 5 (lima) tahun ke depan. “Sekitar 11 waduk dibangun dengan alokasi anggaran masuk APBN, 2 (dua) waduk sisanya masuk dalam APBN Perubahan 2015,” ungkap Sofyan.

Selain waduk, menurut Menko Perekonomian, pemerintah juga akan membangun saluran irigasi dengan total 1 juta hektar pada tahun 2015 ini.

Sofyan optimistis para petani bisa mewujudkan pesan Presiden Jokowi itu.  “Saya sangat girang setiap baca koran yang mengangkat kisah petani peternak yang sukses,” kata Sofyan Jalil mengenai alasan optimismenya.

Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Sekitar pukul 10.00 WIB, Presiden Jokowi tiba-tiba hadir di acara tersebut, dan membuka dialog dengan para petani yang sudah hadir lebih dahulu.

Subang

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi selaku Ketua Dewan Ketahanan Pangan telah menyerahkan penghargaan tersebut di pematang sawah di Balai Besar Tanaman Padi, Subang, Jawa Barat, Jumat (26/1) lalu.

Saat itu, Presiden Jokowi bisa memahami ada yang kecewa dengan acara yang diselenggarakan di pematang sawah itu, karena biasanya acara yang dilaksanakan sejak tahun 1979 itu dilaksanakan di Istana.

“Kelihatannya ada yang agak kecewa karena tidak ke Istana. Saya mengerti wong tiap hari ke sawah kok ke sawah lagi. Nanti saya undang ke Istana,” kata Presiden Jokowi berjanji saat itu di hadapan para penerima penghargaan.

Selaku Ketua Dewan Ketahanan Pangan, Presiden Jokowi telah menyerahkan penghargaan tersebut kepada delapan gubernur yang dinilai sukses sebagai pembina ketahanan pangan. Kedelapan gubernur itu adalah Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Nusa Tenggara Barat M. Zainul Majdi, Sumatera Barat Irwan Prayitno, Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang, Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh, Kalimantan Barat Cornelis M.H., Jawa Timur Soekarwo, dan Jambi Hasan Basri Agus.

Dalam kategori yang sama turut memperoleh penghargaan 10 bupati dan wali kota dan 10 kepala desa dari seluruh Indonesia, yaitu Wali Kota Depok, Jawa Barat, Bupati Siak, Riau, Bupati Pandeglang, Banten, Bupati Kulonprogo, DIY, Bupati Boyolali, Jawa Tengah, Bupati Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Bupati Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Bupati Pringsewu, Lampung, Wali Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dan Bupati Buru Selatan, Maluku.

Adapun 10 kepala desa yang memperoleh penghargaan adalah Kepala Desa Sumbermulyo, Bantul, DIY, Kepala Desa Mojokrapak, Jombang, Jawa Timur, Kepala Desa Sokokidul, Demak, Jawa Tengah, Kepala Desa Bunga Antoi, Merangin, Jambi, Kepala Desa Wiratama, Tulang Bawang, Lampung, Wali Nagari Aia Manggih, Pasaman, Sumatera Barat, Kepala Desa Juhut, Pandeglang, Banten, Kepala Desa Sembung, Badung, Bali, Kepala Desa Sukadana, Cianjur, Jawa Barat, dan Kepala Desa Sumber Karya, Lahat, Sumatera Selatan.

Selain kategori pembina, penghargaan itu juga diberikan untuk kategori pelopor ketahanan pangan, pemangku ketahanan pangan, pelaku ketahanan pangan, dan pelayanan ketahanan pangan.

(WID/Humas Setkab/ES)

 

 

Berita Terbaru