Japan Credit Rating Pertahankan Peringkat Investasi Indonesia Pada BBB

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 23 Oktober 2014
Kategori: Berita
Dibaca: 37.154 Kali

Arak-arakan_jokowi_weda2Japan Credit Rating Agency, Ltd. (JCR) kembali mempertahankan peringkat investasi (Sovereign Credit Rating) Indonesia pada posisi BBB- (stable outlook). Posisi ini sama dengan yang diberikan JCR kepada Indonesia pada November 2012.

Dalam siaran pers yang dirilis JCR pada Rabu (22/10) disebutkan, beberapa faktor kunci yang mendukung raihan rating investasi Indonesia pertumbuhan ekonomi yang kuat, pengelolaan fiskal dan sistem perbankan yang sehat, serta ketahanan perekonomian terhadap tekanan eksternal.

Sementara itu, faktor-faktor yang dinilai menjadi risiko antara lain ketergantungan pada komoditas sumber daya alam, defisit neraca berjalan dan aliran investasi yang fluktuatif, tingginya subsidi BBM, ketertinggalan infrastruktur dan pasar keuangan yang belum berkembang.

Rencana pemerintahan baru menerapkan kebijakan pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan percepatan pembangunan infrastruktur juga menjadi catatan JCR. Kebijakan-kebijakan tersebut dinilai lembaga rating Jepang itu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah dan panjang.

Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo menilai, afirmasi peringkat oleh JCR merupakan pengakuan atas komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas perekonomian di tengah ketidakpatian ekonomi global.

“Otoritas menyadari sepenuhnya hal yang menjadi perhatian dan akan terus menindaklanjuti masukan JCR dengan respon kebijakan yang positif,” kata Agus Martowardojo dalam siaran persnya, Rabu (22/10).

Dari sisi Bank Indonesia, menurut Agus, kebijakan reformasi struktural yang dilakukan terutama dalam bentuk upaya berkelanjutan dalam pendalaman pasar keuangan.

Agus menjelaskan, Bank Indonesia bersama Pemerintah, akan terus melanjutkan komitmen dalam menjaga kestabilan ekonomi Indonesia. JCR sebelumnya telah melakukan afirmasi atas Sovereign Credit Rating Indonesia pada BBB-/stable outlook pada tanggal 13 November 2012. (Humas BI/ES)

Berita Terbaru