Jika Ada Aturan Hukumnya, Presiden Jokowi Minta Penghinaan Kepada Simbol Negara Harus Diproses

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 8 November 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 67.314 Kali
Presiden Jokowo di PTIK, Selasa (8/11) pagi. (Foto: Humas/Jay)

Presiden Jokowi memberikan pernyataan pers di PTIK, Jakarta, Selasa (8/11) pagi. (Foto: Humas/Jay)

Terkait dengan adanya dugaan penghinaan terhadap simbol-simbol negara yang dilakukan oleh oknum peserta aksi demonstrasi damai, yang dilakukan di depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (4/11) lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar hal itu ditindaklanjuti.

“Tadi juga di dalam saya sampaikan, yang berkaitan dengan hasutan kebencian, hal-hal yang berkaitan dengan penghinaan kepada simbol-simbol negara, ya kalau memang aturan hukumnya ada yang harus ditindak lanjuti,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai memberikan pengarahan di hadapan 637 perwira dari Mabes Polri, para Kepala Kepolisian Daerah (Kapolri) dan Komandan Peleton Polri, di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, Selasa (8/11) pagi.

Pernyataan Presiden itu disampaikan menjawab pertanyaan wartawan mengenai dugaan penghinaan kepada dirinya yang disampaikan salah seorang tokoh dalam aksi demonstrasi di depan Istana Merdeka tersebut. Sejumlah relawan yang dulu mendukung Jokowi dalam pencalonan presiden telah melaporkan kasus penghinaan ini kepada Polda Metro Jaya, Minggu (6/11) malam.

Persuasif
Mengenai arahannya kepada para perwira tinggi Mabes Polri, Kapolda, dan para Komandan Peleton Polri, Presiden Jokowi mengatakan, dirinya menyampaikan perlunya pendekatan-pendekatan persuasif, perlunya penjelasan-penjelasan ke masyarakat mengenai kejadian unjuk rasa 4 November yang lalu.

“Tadi saya tekankan agar penegakan persuasif, baik yang ada di Polsek, di Polres itu harus terus bekerja sampai ke bawah. Sehingga masalah yang ada itu bisa dijelaskan secara gamblang, secara jelas pada masyarakat,” kata Presiden.

Presiden juga menyampaikan ucapan terima kasih karena berkat kerja keras Polri dan TNI, aksi demonstrasi pada 4 November berjalan dengan tertib dan damai sampai Maghrib, ya. “Tadi, saya juga melihat 18 yang terluka ini yang patut kita sayangkan,” sambungnya. (FID/ES)

Berita Terbaru