Jonan Mengaku Dihubungi Presiden Jokowi Jam 11, Arcandra: Semoga Niat Saya Pulang Diluruskan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 14 Oktober 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 54.112 Kali
Usai pelantikan, Menteri dan Wakil Menteri ESDM menjawab pertanyaan para jurnalis, Jumat (14/10). (Foto: Humas/Jay)

Usai pelantikan, Menteri dan Wakil Menteri ESDM menjawab pertanyaan para jurnalis, Jumat (14/10). (Foto: Humas/Jay)

Meskipun pernah bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekitar sebulan lalu lalu, mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengaku baru dihubungi Presiden pada Jumat (14/10) pukul 11.00 WIB ini untuk dilantik sebagai Menteri ESDM.

“Ya pernah bertemu sekitar satu bulan yang lalu atau satu setengah bulan yang lalu, tapi berbicara secara umum,” kata Jonan kepada wartawan usai pelantikan dirinya sebagai Menteri ESDM dan Arcandra Tahar sebagai Wakil Menteri ESDM, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10) siang. 

Mengenai tugas yang akan dilakukannya, Jonan mengatakan, tadi sudah dijelaskan oleh Presiden. “Nanti saya kira arahan yang lebih detil menunggu beliau, gitu,” ujarnya.

Adapun mengenai prioritas apa yang ingin dibenahi, Jonan menjawab pendek, tentunya seperti yang dirinya dan Arcandra disumpah. “Ya, itu saja sudah. Kalau detilnya nanti lah,” tukasnya.

Mengenai perasaannya dilantik kembali sebagai menteri Kabinet Kerja, Jonan mengaku bersyukur. “Alhamdulillah. Ya alhamdulillah balik lagi.”

Sudah Beres

Sementara itu Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan, masalah kewarganegaraan yang pernah dihadapinya dengan pelantikan dirinya tentunya sudah diselesaikan.

Terkait posisinya sebagai Wakil Menteri dan posisi Ignasius Jonan sebagai Menteri ESDM, Arcandra mengatakan, tentunya keduanya akan bekerja sama dalam hal-hal revitalisasi sektor energi di Indonesia.

“Dalam hal ini kita butuh figur Pak Jonan, dan saya sepenuhnya akan mendukung Pak Jonan menjalankan tugas-tugas menteri ESDM,” tegas Arcandra.

Arcandra berharap, semoga niatnya pulang ke Indonesia setelah sekian lama tinggal di Amerika Serikat diluruskan.

Ia menegaskan, dimana pun ditempatkan yang disebutnya sebagai keputusan terbaik Presiden, dirinya saya siap untuk mengabdi dimanapun dan kapanpun.
|
“Sekali lagi, semoga niat saya pulang diluruskan dan inilah yang saya miliki sebagai orang Indonesia yang bekerja, pulang, dan mengabdi kepada negara,” tegas Arcandra.

Mengenai posisinya sebagai Wakil Menteri, Arcandra meyakini Presiden tentu punya pertimbangan mengenai Kementerian ESDM ini.

Sebagai warga negara Indonesia, lanjut Arcandra, kalau itu ada nomenklatur wakil menteri sebagaimana ditetapkan oleh  Presiden, tentunya dirinya  harus mendukung apapun yang diputuskan oleh  Presiden.

(FID/ES)

Berita Terbaru