Dirjen P2P: 3 RS Swasta Komitmen Dedikasikan Sarana Prasarana untuk Layani Pasien Covid-19

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 19 Maret 2020
Kategori: Berita
Dibaca: 585 Kali

Jubir Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (Foto: Dokumentasi Setkab)

Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Achmad Yurianto, menyampaikan bahwa Rumah sakit swasta memiliki komitmen yang tinggi untuk mendedikasikan seluruh sarana prasarananya untuk digunakan oleh masyarakat di dalam kaitan untuk mendapatkan layanan perawatan, layanan pemeriksaan terkait dengan penanggulangan Virus Korona (Covid-19).

Beberapa perkembangan, menurut Yuri, terkait kesepakatan dengan Rumah Sakit, adalah sebagai berikut:

Pertama, Pertemuan dengan Persi (Persatuan Rumah Sakit Indonesia) soal peran sektor swasta. Ada 3 rumah sakit swasta yang telah mendedikasikan seluruh kapasitas tempat tidurnya dengan total sekitar 300 tempat tidur untuk penanganan kasus Covid-19, di antaranya adalah Rumah Sakit Siloam Kelapa Dua, Rumah Sakit Mitra Keluarga Jatiasih, Rumah Sakit Hermina Karawang.

“Ketiga rumah sakit ini nanti hanya akan didedikasikan untuk merawat semua kasus Covid-19, sementara kasus-kasus yang lain akan dipindahkan ke rumah sakit yang lain,” ujar Yuri.

Kedua, jejaring laboratorium yang bisa digunakan untuk melakukan pemeriksaan virus Covid-19 ini adalah jejaring laboratorium Siloam, jejaring laboratorium Kalbe, dan jejaring laboratorium Bunda Group.

“Ini yang menggembirakan untuk kita sehingga diharapkan dengan cara ini maka deteksi dini penemuan cepat kasus dapat dilakukan dengan maksimal,” tambah Yuri yang sekaligus sebagai Juru Bicara (Jubir) Covid-19.

Ketiga, Asosiasi Rumah Sakit Swasta dan kemudian Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia memiliki komitmen yang tinggi untuk mendedikasikan seluruh sarana prasarananya untuk digunakan oleh masyarakat di dalam kaitan untuk mendapatkan layanan perawatan, layanan pemeriksaan Covid-19.

“Ini dengan cara menyiapkan sarana prasarana yang ada, kemudian termasuk laboratorium untuk pengambilan sampel sehingga kita tidak lagi terpaku pada rumah sakit-rumah sakit rujukan yang ditentukan tetapi sektor swasta secara besar, secara bersungguh-sungguh akan ikut melaksanakan,” imbuh Yuri.

71 Tenaga Medis Negatif Covid

Sementara itu, soal tenaga medis yang bersentuhan dengan Kasus 01 dan Kasus 02, Yuri menyampaikan telah mendapatkan berita baik bahwa staf Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok dimana kasus 01 dan 02 sebanyak 71 orang, sudah selesai melaksanakan masa observasi karantina selama 14 hari dan seluruhnya sehat dan tidak ada satu pun yang positif.

“Saat ini mereka seluruhnya sudah kembali berfungsi dan melaksanakan tugasnya seperti hal-hal yang sebelumnya,” imbuhnya.

Untuk itu, menurut Yuri ini menjadi sebuah berita baik sehingga pelaksanaan pemeriksaan akan dilaksanakan di semua fasilitas rumah sakit swasta yang memang sudah dari awal memiliki komitmen untuk melaksanakan. (UN/EN)

Berita Terbaru