Ke Jambi dan Medan, Presiden Jokowi Akan Resmikan Bandara dan Sosialisasikan ‘Tax Amnesty’

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 21 Juli 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 43.572 Kali

Bandara JambiPresiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis (21/6) ini melakukan kunjungan kerja ke kota Jambi, Provinsi Jambi, dan kota Medan, Sumatera Utara, untuk meresmikan Bandar Udara (Bandara) Internasional Sultan Thaha dan melakukan sosialisasi pengampunan pajak (tax amnesty).

Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, dalam siaran persnya Kamis (21/6) pagi mengemukakan, sebelum berkunjung ke Medan, Presiden Jokowi akan terlebih dahulu meresmikan Bandara Internasional Sultan Thaha, Jambi. Ia menyebutkan, bandara ini merupakan pilot project bagi pengembangan bandara-bandara kecil lainnya oleh pemerintah.

“Setelahnya (peresmian Bandara Sultan Thaha, Presiden juga diagendakan untuk menghadiri acara puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-69 tahun 2016 di halaman Kantor Gubernur Jambi,” kata Bey seraya menyebutkan, tema dari puncak peringatan Harkopnas 2016 kali ini adalah ‘Reformasi Koperasi Mewujudkan Ekonomi Berdikari’

Sosialisasi Tax Amnesty

Setelah acara di Jambi, Presiden Jokowi akan melanjutkan kunjungannya ke Medan, Sumatera Utara, guna melakukan sosialisasi Tax Amnesty kepada para pelaku usaha, yang akan digelar di Hotel Santika, Kamis (21/7) petang ini.

Bey Machmudin mengatakan, selain arahan dari Presiden Joko Widodo, acara sosialiasi tersebut juga diagendakan untuk diisi dengan sejumlah pemaparan oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad, dan Menteri BUMN Rini Soemarno.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah mengawali sosialisasi kebijakan amnesti pajak tersebut di Kota Surabaya pada Jumat (15/7) malam. Dalam arahannya saat itu, Presiden menyebut Undang-Undang Amnesti Pajak merupakan ruang bagi warga negara Indonesia untuk berpartisipasi dalam pembangunan negara.

“Yang uangnya ada di dalam negeri di-‘declare’ yang uangnya ada di luar dibawa masuk. Ini persaingan antar negara. Ini kesempatan bagi semuanya untuk berpartisipasi terhadap negara,” kata Presiden kala itu. (ES)

 

 

 

Berita Terbaru