Keamanan Dan Politik Membaik, Presiden Jokowi Optimistis Hadapi Pelemahan Ekonomi Global

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 10 September 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 23.674 Kali
Presiden Jokowi berfoto bersama para rektor yang menemuinya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (10/9) siang

Presiden Jokowi berfoto bersama para rektor yang menemuinya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (10/9) siang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, dan Staf Khusus Presiden bertemu dengan para rektor dari berbagai pelosok Indonesia yang tergabung dalam Foruk Rektor, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (10/9) siang.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menyampaikan optimismenya, bahwa  Indonesia akan mampu menghadapi pelemahan ekonomi global, sebab meski terkena dampak pelemahan ekonomi global, situasi keamanan dan politik di Indonesia semakin kondusif.

Yang penting, kata Presiden, diperlukan sikap tenang, selalu optimis, dan kerja keras dalam menghadapi semua tantangan. “Pesan ini harus sampai kepada para pelaku usaha dan seluruh rakyat Indonesia,” pesan Presiden.

Menurut Presiden Jokowi, seluruh indikator ekonomi Indonesia saat ini masih lebih baik dibandingkan dengan masa krisis yang terjadi pada tahun 1998 dan 2008. Akan tetapi, menurut Presiden, diperlukan kerja keras untuk menggerakkan ekonomi nasioal.

Ditambahkan Presiden, bahwa pemerintah telah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi yang bertujuan untuk menggerakkan sektor riil, dan meningkatkan daya serap anggaran, selain juga mendorong penyerapa Dana Desa untuk kegiatan padat karya.

“Pemerintah juga telah melakukan percepatan realisasi proyek-proyek infrastruktur seperti bendungan, saluran irigasi, pembangkit listrik, jalan tol, dan pelabuhan,” papar Presiden Jokowi.

Sementara berkenaan dengan penyerapan anggaran, menurut Presiden Jokowi, rendahnya penyerapan anggaran salah satunya adalah karena pengguna anggaran sangat berhati-hati  akibat khawatir dikriminalisasi. Disamping itu, rendahnya penyerapan anggaran juga karena banyaknya aturan yang tumpang tindih.

Untuk itu, Presiden Jokowi menekankan pentingnya dilakukan deregulasi aturan-aturan yang menghambat proses percepatan laju perekonomian nasional.

Masukan Rektor

Sementara itu para rektor yang tergabung dalam Forum Rektor dalam kesempatan itu juga menyampaikan beberapa masukan kepada Presiden Jokowi. Masukan tersebut sebagaimana disampaikan Tim Komunikasi Presiden, Ari Dwipayana, dalam siaran persnya Kamis (10/9) sore, antara lain pertama, tentang perlunya regulasi pada peraturan yang mengatur perguruan tinggi, sehingga Kementerian Ristek dan Dikti diharapkan mampu memainkan peran fasilitatif. Deregulasi ini penting agar ada kepastian hukum, koherensi, dan konsistensi peraturan.

Kedua, perlunya insentif bagi kalangan industri yang menggunakan hasil riset perguruan tinggi. Insentif ini dapat digunakan untuk pengembangan riset di perguruan tinggi tersebut.

Ketiga, adanya kebijakan yang mendukung hilirisasi riset, termasuk keberpihakan pemerintah dalam mendukung hilirisasi hasil riset perguruan tinggi, dan pemberian insentif bagi industri untuk bekerjasama dengan perguruan tinggi.

Terakhir, para rektor juga menyampaikan harapan agar ada penambahan bantuan bagi mahasiswa tidak mampu, termasuk juga Bantuan Operasional  Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN).

Presiden Jokowi menanggapi positif semua usulan dari para rektor tersebut. Disamping menyampaikan komitmen untuk memberi bantuan kepada mahasiswa tidak mampu, Presiden Jokowi juga meminta para rektor untuk terus memberikan masukan baik secara langsung maupun melalui Menteri Sekretaris Negara. (ES)

Berita Terbaru