Kemenag Bentuk Tim Khusus Telusuri 225 Jemaah Haji Indonesia Yang Belum Kembali Ke Tenda

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 26 September 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 47.508 Kali

JamaratPemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) sebagai Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) membentuk tim khusus untuk terus mencari 225 jemaah Indonesia yang mungkin menjadi korban tragedi di Jalan 204, Mina, Kamis (24/9) lalu, mengingat masih banyak jemaah yang belum kembali ke tenda mereka sejak peristiwa itu.

“Kami terus berupaya mencari korban peristiwa Mina dengan membentuk tim khusus,” kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah PPIH 1436H/2015M, Arsyad Hidayat, di Mekkah, Arab Saudi, Jumat (25/9) sebagaimana dikutip kantor berita Antara.

Tim Khusus tersebut, lanjut Arsyad, akan menginventarisasi data jemaah dengan memanfaatkan ketua-ketua kelompok terbang (kloter) yang anggota jemaah mereka melintas di sekitar kejadian pada Kamis pagi sekitar pukul 07.00 Waktu Arab Saudi (WAS).

Selain itu, tim tersebut juga akan menyisir jemaah Indonesia di rumah-rumah sakit Arab Saudi di Mekkah, dan tempat pemulasaran jenazah di Moeasim.

Sebagaimana diberitakan sebelumya, hingga Jumat pukul 07.00 WAS atau pukul 11.WIB sebanyak 225 jemaah haji Indonesia belum kembali ke tenda di Mina sejak tragedi Kamis pagi itu. Menurut Arsyad, jemaah yang belum kembali ada kemungkinan sebagian kembali ke hotel dimana mereka menginap, karena jarak dari hotel ke Jamarat (tempat lempar jamrah) lebih dekat dibandingkan dengan dari tenda mereka menginap di Mina Jadid.

“Jemaah yang belum kembali tersebut berasal dari Kloter 14 embarkasi Batam (BTH 14) sebanyak 14 orang, Kloter 48 embarkasi Surabaya (SUB 49) sebanyak 19 orang, dan Kloter 19 embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 19) sebanyak 192 orang,” jelas Arsyad.

Tiga kloter yang jemaahnya belum kembali tersebut, lanjut Arsyad, rata-rata menginap di sekitar wilayah Syisyah yang jaraknya lebih dekat ke Jamarat dibandingkan dari tenda Maktab mereka di Mina Jadid. Jemaah BTH 14 mendapat tempat di Maktab 1, kemudian jemaah SUB 49 di Maktab 2, dan JKS 61 di Maktab 7.  Jarak antara Mina Jadid ke Jamarat diperkirakan mencapai sekitar tujuh kilometer, sedangkan dari Syisyah ke Jamarat kurang dari lima kilometer.

Menurut Kepada Daker Mekkah itu, ada kemungkinan juga para jemaah haji yang belum kembali ke tendanya itu tersasar ke tempat lain, sehingga pihaknya juga mencari ke tempat-tempat yang mungkin menjadi lokasi jemaah tersasar.

Sejauh ini sesuai data Daker Mekkah,  sampai Jumat pukul 13.00 WAS atau 17.00 WIB ada enam jemaah yang mengalami cidera akibat terinjak-injak pada tragedi Mina itu. Tiga di antaranya dirawat di RS Jizrul Mina yaitu Zulaiha Alam (BTH 14), Ubaid bin Komaruddin (JKS 61), dan Ending bin Rukanda (JKS 61).

Sedangkan tiga lagi dirawat di tempat berbeda yaitu Arninda Idris (BTH 14) di RS King Abdullah, Fadillah Nurdin (BTH 14) dirawat Klinik 107 Makkah, dan Yusniar Abdul Malik (MES 7).

Adapun jumlah jemaah wafat atas peristiwa di Mina itu masih tetap tiga orang, dua di antaranya sudah diketahui identitasnya, dan seorang lagi masih ditelusuri identitasnya.

Kedua jemaah yang sudah diketahui identitasnya itu adalah Hamid Atwi Tarji Rofia (51 tahun) asal Kelompok terbang (Kloter) Surabaya (SUB) 48, laki-laki, Probolinggo, 3 Mei 1964, Maktab 2, nomor paspor B1467965.

Busyaiyah Sahel Abdul Gafar (50 tahun), perempuan, asal Pontianak, Kalimantan Barat, yang berangkat melalui Kloter 14 embarkasi 14 Batam (BTH 14), Maktab 1, nomor paspor A2708446.

“Kami telah menghubungi keluarga para korban. Sebagai wakil pemerintah, kami turut prihatin dan berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya para jemaah haji korban peristiwa Mina 1436H/2015M,” pungkas Arsyad. (ES)

Berita Terbaru