Kementerian PUPR Lanjutkan Penanganan Jalan di Perbatasan di Kalimantan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 9 Februari 2016
Kategori: Nusantara
Dibaca: 13.793 Kali

BatasMembangun Indonesia dari pinggiran tetap menjadi fokus prioritas dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Agenda Nawacita ini telah dimasukkan dalam Rencana Strategis Kementerian PUPR Tahun 2015-2019, dan dijabarkan ke dalam agenda perencanaan kewilayahan dan kerangka anggaran hingga 2019.

Di tahun 2016, Kementerian PUPR melanjutkan penanganan jalan paralel mulai dari Temajuk sampai Sei Ular. Untuk Kalimantan Barat menembuskan sisa yang belum tembus dari Temajuk – Nanga Era (batas Kalimantan Timur) termasuk penanganan akses perbatasan dengan melakukan pelebaran menuju Pos Lintas Batas yaitu di Aruk, Entikong dan Nanga Badau, serta rekonstruksi ruas jalan Sei Kelik – Siduk – Ketapang untuk mendukung WPS Ketapang dan Sail Karimata maupun penanganan sejumlah ruas jalan dan jembatan di Kabupaten-Kabupaten Perbatasan seperti di Sambas, Sanggau, Kapuas Hulu, maupun Bengkayang.

Sedangkan fokus perbatasan di Kalimantan Timur, Kementerian PUPR bersama-sama dengan Zeni TNI AD menggarap pembangunan jalan Batas Kalimantan Barat menuju Tiong Ohang dan ruas jalan Long Pahangai – Long Boh. Hal ini sebagai kelanjutan MoU antara Kementerian PUPR dan TNI AD dalam pembangunan kawasan strategis perbatasan, khususnya jalan paralel perbatasan di Kalimantan, pada 27 April 2015 yang lalu. Selain itu, dibuka akses dari Tiong Ohang ke Long Pahangai yang dianggarkan dengan skema tahun jamak.

Di Kalimantan Utara, Kementerian PUPR akan menembuskan jalan paralel perbatasan dari Long Boh (Batas Kalimantan Timur), Metulang, Long Nawang, Long Pujungan,  Long Kemuat, Langap, Malinau yang kondisi existingnya sebagian masih hutan dan terisolasi, rekonstruksi jalan dari Apas,  Simanggaris menuju batas negara. Jalan akses menuju perbatasan menembuskan Mensalong ke Tau Lumbis yang masih terisolir dan Malinau ke Long Bawan termasuk Penanganan ruas jalan di Pulau Sebatik,  pulau terluar yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Sebagaimana diketahui, percepatan konektifitas di sepanjang perbatasan negara ini sesuai dengan skenario kewilayahan Kementerian PUPR dimana wilayah Temajuk – Sei Ular dan Sebatik merupakan Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) di Pulau Kalimantan.

Di WPS ini didukung oleh pengembangan Bandara Paloh oleh Kementerian Perhubungan maupun Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Subah dan KTM Gerbang Mas Perkasa di Kalimantan Barat maupun KTM Simanggaris dan KTM Sebatik di Kalimantan Utara yang menjadi unggulan program Kementerian Desa.

Dalam membangun dari pinggiran ini, Kementerian PUPR tetap fokus dengan pendekatan kewilayahan. (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR/ES)

 

Nusantara Terbaru