Kepada Pengendara, Presiden: Cek Kendaraan, Surat-Surat, dan Taati Aturan Lalu Lintas

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 9 Maret 2019
Kategori: Berita
Dibaca: 14.064 Kali
Presiden saat Deklarasi Millenial Road Safety Festival, di Jembatan Ampera, Kota Palembang, Sumatra Selatan, Sabtu (9/3). (Foto: Humas/Nia)

Presiden saat Deklarasi Millenial Road Safety Festival, di Jembatan Ampera, Kota Palembang, Sumatra Selatan, Sabtu (9/3). (Foto: Humas/Oji)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menitipkan pesan kepada para pengemudi agar sebelum berkendara melakukan pengecekan seluruh perlengkapan kendaraan dan memastikan kendaraan tersebut siap pakai.

“Kalau mau berkendaraan tolong dicek betul, pertama lampunya nyala ndak, spionnya harus komplet, spion harus komplet. Sebelum berkendaraan helm harus siap dan dipakai,” ujar Presiden saat Deklarasi Millenial Road Safety Festival, di sekitar Jembatan Ampera, Kota Palembang, Sumatra Selatan, Sabtu (9/3).


Kalau berkendaraan, sambung Presiden, untuk keselamatan lebih baik memakai sepatu. “Kemudian pastikan sebelum berangkat SIM dibawa, STNK dibawa, BPKB enggak usah, SIM di bawa, STNK dibawa,” tambahnya.

Jika nanti ditanyakan oleh polantas, menurut Presiden, semua pengendara bisa menunjukkan bahwa memang memiliki STNK dan SIM.

Hal ketiga yang penting, menurut Presiden, kalau berkendaraan jangan main handphone atau menggunakan telepon karena berbahaya sekali.

“Setuju ndak? Siapa yang berkendaraan suka main handphone? Maju ke depan sini siapa? Tidak boleh loh, tidak boleh, waktu berkendaraan tidak boleh main handphone, sangat berbahaya sekali,” ujarnya seraya menambahkan begitu juga jika mengendarai mobil.

Saat berkendaraan, menurut Presiden, mesti diingat bahwa keluarga menunggu di rumah. Untuk itu, Presiden mengingatkan perlunya kehati-hatian dan mengecek semua kelaikan kendaraan.

Dalam acara tersebut, Presiden juga sempat berdialog dengan peserta yang bernama Hendri. Saat berdialog, Presiden berpesan kepada Hendri agar saat mengendarai kendaraan bermotornya tidak perlu mengebut dan selalu menggunakan helm.

“Jadi hati-hati, kecelakaan ini, kecelakaan lalu lintas itu di dunia memakan korban ranking lima. Yang pertama itu banyak yang meninggal karena jantung, karena penyakit paru-paru, karena penyakit TBC, karena penyakit diabetes, dan lain-lain, yang nomor lima itu kecelakaan lalu lintas,” Presiden mengingatkan.

Pada dialog kedua dengan Joni Iskandar, seorang mahasiswa, Presiden berpesan kembali masalah keamanan berkendara seperti helm, sarung tangan, dan juga sepatu.

“Biar enggak masuk angin juga pakai jaket. Itu juga kalau kecelakaan pun juga akan membantu kita memproteksi, melindungi diri dari luka-luka yang ada,” tutur Presiden. Di akhir dialog, Presiden berpesan kembali kepada para pengendara untuk menaati peraturan lalu lintas.

“Ya, jadi yang terakhir saya titip, yang terakhir, taati aturan-aturan lalu lintas. Yang terakhir, taati aturan-aturan lalu lintas,” pungkas Presiden.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Seskab Pramono Anung, Menhub Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru. (UN/EN)

Berita Terbaru