Kepada Presiden Jokowi, IKA ITS Usulkan Perbanyak Kapal Angkutan Barang dan Insentif Investasi di Laut

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 1 November 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 19.162 Kali
Ketua Umum IKA ITS Dwi Soetjipto (Dirut Pertamina) memberi pernyataan kepada para jurnalis, Selasa (1/11) siang. (Foto: Humas/Jay)

Ketua Umum IKA ITS Dwi Soetjipto (Dirut Pertamina) memberi pernyataan usai pertemuan dengan Presiden, Selasa (1/11) (Foto: Humas/Jay)

Ikatan Keluarga Alumni Institut Teknologi 10 November Surabaya (IKA ITS) dibawah Ketua Umumnya Dwi Soetjipto (Dirut Pertamina) menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (1/11) siang. Dalam pertemuan ini, IKA ITS melaporkan hasil Focus Group Discussion (FGD) yang telah dilaksanakan dengan tema Indonesia Maritim Dunia, membangun Indonesia menjadi negara maritim maju dan kuat.

Ketua IKA ITS Dwi Soetjipto mengatakan, ada 5 (lima) rekomendasi FGD yang disampaikan kepada Presiden Jokowi. Yang pertama adalah menyangkut strategi pengembangan sektor perikanan, di mana IKA ITS melihat perlunya mendorong budidaya perikanan dan penguatan alat tangkap nelayan serta modernisasi kemampuan  jelajah kapal nelayan di era teknologi informasi. “Dukungan pemerintah untuk memberikan informasi tentang cuaca dan lain sebagainya, persebaran ikan dan lainnya akan sangat membantu bagi nelayan yang sebagian besar masih tradisional,” ujarnya.

Kedua, mengenai penguatan transportasi laut dalam rangka memudahkan distribusi barang barang dari produsen ke konsumen agar terjangkau, sekaligus kapal-kapal yang mengantarkan barang konsumsi ke daerah dapat membawa muatan bahan baku untuk industri yang saat ini masih dominan di Jawa. Selain itu, juga memperbanyak kapal khusus  barang seperti kapal ternak untuk memotong rantai distribusi dan menekan harga di tingkat konsumen.

Yang ketiga, lanjut Dwi yang sehari-harinya menjabat sebagai Dirut Pertamina itu, optimalisasi potensi pariwisata bahari yang besar. “Dengan luas Indonesia yang lebih dari 2/3 adalah laut dan masih banyak daerah yang memiliki keelokan laut seperti wisata laut Raja Ampat, Bunaken, dan sebagainya. Dengan mudahnya transportasi laut, maka diharapkan dapat mendorong semakin besarnya pemanfaatan wisata bahari,” jelas Dwi.

Yang keempat, investasi dan pembangunan industri energi laut.  Mengingat saat ini masih banyak mineral laut yang belum dieksplorasi dan pengeboran laut dalam yang butuh teknologi investasi yang besar, menurut Dwi, IKA ITS merekomendasikan perlunya dorongan pemerintah untuk lebih mendorong dunia usaha untuk mengeksplorasi dan berinvestasi di laut. “Mengingat risiko yang besar, maka memang dibutuhkan pemerintah mengeluarkan kebijakan insentif yang lebih tinggi untuk investasi di laut dibandingkan di darat,” papar Dwi.

Yang kelima, lanjut Dwi, memperkuat investasi berbasis maritim dengan mendorong tumbuhnya industri berbasis maritim dan menciptakan industri baru di daerah yang dekat dengan perbatasan negara lain. Secara geopolitik, menurut Dwi, IKA ITS menilai hal ini tentu akan menandai kehadiran simbol-simbol  Indonesia dan memperkuat iklim politik internasional secara ekonomi dan mendekatkan industri dengan pasar ekspor.

Menanggapi rekomendasi IKA ITS itu, menurut Dwi Soetjipto, Presiden Jokowi mendorong agar  ditindaklanjuti. “Beliau mengarahkan bagaimana melaksanakan prioritas terhadap beberapa agenda dalam rekomendasi yang memang harus segera ditindaklanjuti, antara infrastruktur, SDM, dan industri, serta beberapa hal yang berkaitan dengan pengembangan inovasi yang berkaitan dengan maritim ini,” ujarnya.

Selain Dwi, Pengurus IKA ITS yang diterima Presiden Jokowi antara lain: Gatot Kustyadji (Ketua Harian),  Anas Rosjidi (Sekretaris Jenderal), Siti Musrifah (Bendahara Umum), Satya Widya Yudha (Ketua Dewan Pakar), Rifky E. Hardijanto (Wakil Ketua Umum Bidang Kajian Strategis & Pembangunan Nasional),  Prof. Dr. Mukhtasor (Wakil Ketua Umum Bidang Kemandirian Energi & Pengembangan Energi Baru Terbarukan), Djohan Safri (Wakil Ketua Umum Bidang Pembinaan Profesi & Promosi Alumni), Totty Moekardiono (Wakil Ketua Umum Bidang Pendanaan, Bisnis & Investasi), dan Arief Hermawan (Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Keanggotaan & Pembinaan Alumni). (FID/ES)

Berita Terbaru