Kepala BKPM : 14 Perusahaan Serap 51.767 orang Tenaga Kerja

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 11 November 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 24.388 Kali
Kepala BKPM Franky Sibarani menyampaikan laporan pada peluncuran program Penciptaan Lapangan Kerja, di Gresik, Jatim Rabu (11/11)

Kepala BKPM Franky Sibarani menyampaikan laporan pada peluncuran program Penciptaan Lapangan Kerja, di Gresik, Jatim Rabu (11/11)

Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Jawa Timur, 9 – 11 November 2015, juga dimanfaatkan untuk meluncurkan program penciptaan lapangan kerja melalui sinergi investasi dengan pondok pesantren. Hal ini merupakan bagian dari Inisiatif “Investasi untuk Rakyat”yang berupaya untuk mengoptimalkan dampak positif investasi sehingga dapat dirasakan oleh masyarakat secara langsung.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyampaikan, BKPM berkeinginan agar investasi tidak hanya memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional, namun juga harus mampu menyentuh langsung dan berperan dalam mensejahterakan masyarakat.

“Program sinergi investasi dengan pondok pesantren ini merupakan bagian dari inisiatif investasi untuk rakyat. Secara lebih konkret kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman dengan Kementerian Agama pada 23 Agustus 2015 tentang peningkatan kapasitas SDM (Sumber Daya Manusia), penyerapan tenaga kerja kalangan santri, dan kemitraan antara investor dengan pondok pesantren,” kata Franky dalam laporannya pada peluncuran program penciptaan lapangan kerja melalui sinergi investasi dengan pondok pesantren, di kawasan industri JIIPE, Gresik, Rabu (11/11) siang.

Menurut Franky, peluncuran program ini juga dilakukan untuk mendukung penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri untuk menghormati jasa besar para santri dalam perjuangan kemerdekaan.

Lebih lanjut dikemukakan bahwa program ini dikembangkan melalui pilot project di tiga kabupaten, yaitu di  Gresik, Jawa Timur, Boyolali, Jawa Tengah, dan Majalengka, Jawa Barat. “Kami memilih lokasi peluncuran program ini di Jawa Timur, atas dasar bahwa Jawa Timur merupakan provinsi dengan jumlah santri terbanyak di Indonesia, yaitu mencapai 70% dari total santri Indonesia,” jelas Franky.

Selain itu, Kepala BKPM itu juga menyampaikan bahwa terdapat program SMK Mini di Jawa Timur, yaitu santri yang akan lulus pendidikan tingkat menengah memperoleh keterampilan SMK selama enam bulan.

Ia menyebutkan, pilot project ini melibatkan tiga perusahaan dengan potensi total penyerapan tenaga kerja mencapai 21.741 orang. Di sisi pesantren, terdapat sembilan pesantren dan Madrasah Aliyah yang ikut berpartisipasi dengan jumlah santri sekitar 7.000 orang.

Sebagai simbol peluncuran program, pada kesempatan itu dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera selaku pengelola Kawasan Industri JIIPE dan Pondok Pesantren Qomarudin dalam pengembangan kapasitas SDM santri melalui Balai Latihan Kerja.

JIIPE memiliki kawasan industri seluas 2.933 hektar, dilengkapi pelabuhan laut seluas 406 hektar dan kawasan hunian seluas 77 hektar. Nilai total investasi pengembangan kawasan industri ini sebesar Rp 50 triliun.

Saat ini, JIIPE sedang memasuki masa konstruksi yang dilakukan oleh dua BUMN yaitu PT Hutama Karya dan Waskita Karya. Dalam proses konstruksi ini, terserap 1.500 tenaga kerja langsung, di mana 90% berasal dari masyarakat di sekitar kawasan industri, yaitu Kecamatan Bungah dan Kecamatan Manyar, Gresik. Sedangkan Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin merupakan Pondok pesantren dengan jumlah 2.000 santri setingkat SLTA,  1.500 santri setingkat PT dan  lulusan SMA dalam 4 tahun terakhir.

Peluncuran program penciptaan lapangan kerja melalui sinergi investasi dengan pondok pesantren juga dimanfaatkan untuk mengumumkan perusahaan-perusahaan yang sedang dalam tahap konstruksi dan menyerap tenaga kerja khususnya di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Kepala BKPM Franky Sibarani menyampaikan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi rencana perekrutan tenaga kerja sejumlah 51.767 orang oleh 14 perusahaan yang dalam tahap konstruksi.“Dua belas perusahaan di Jawa Timur dengan jumlah tenaga kerja yang direkrut sebanyak 49.557 orang, sedangkan dua perusahaan di Jawa Tengah yang akan merekrut 2.210 orang tenaga kerja,” papar Franky.

Sebelumnya, di Balaraja, Presiden Jokowi  juga mengumumkan penyerapan tenaga kerja oleh 16 perusahaan di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya sebesar 121.285 orang tenaga kerja. BKPM juga akan terus mendorong perusahaan yang sudah terlibat dalam program “Investasi Menciptakan Lapangan Kerja” baik tahap pertama maupun kedua, untuk bersinergi dengan pondok pesantren yang ada di sekitar lokasi investasi mereka melalui tiga bentuk sinergi yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan.

Perusahaan-perusahaan tersebut adalah PT Bumi Menara Internusa, PT Bumi Pangan Asri, PT Jadi Abadi Corak Biscuit Factory, PT Tirta Fresindo Jaya, PT CJ Cheil Jedang Feed Semarang, PT Eratex Djaja, PT Industri Gula Glenmore, PT Kebun Tebu Mas, PT Buildyet Indonesia, PT Dwi Prima Sentosa,PT Surabaya Autocomp Indonesia. Selain itu juga PT Kencana Tiara Gemilang, PT Gunawan Dianjaya Steel, PT Ungaran Sari Garment.

Dari upaya pemerintah untuk menciptakan 2 juta lapangan kerja per tahunnya. BKPM mencatatkan pada periode Januari – September 2015, investasi langsung menyerap tenaga kerja sebesar 1.059.734 tenaga kerja. Sektor industri sendiri menyerap 661.630 tenaga kerja, 62,4% dari total angka serapan tenaga kerja. Industri padat karya sendiri menyerap 322.941 tenaga kerja langsung, atau 30,5% dari total serapan tenaga kerja. (WID/BSM/NP/ES)

 

Berita Terbaru