Keragaman Itu ‘Sunnatullah’, Menag Minta Masyarakat Hindari Hal Yang Berbau Rasis

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 1 April 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 41.666 Kali
Menag Lukman Hakim Saifuddin bersama Dubes Arab Saudi Mustafa Ibrahim Al-Mubarak, di kantor Kemenag, Jakarta, Kamis (31/3)

Menag Lukman Hakim Saifuddin bersama Dubes Arab Saudi Mustafa Ibrahim Al-Mubarak, di kantor Kemenag, Jakarta, Kamis (31/3)

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin meminta semua pihak agar menghindari hal-hal yang bersifat rasisme karena Indonesia adalah negara mejemuk,  tidak hanya beragam suku, agama, etnis, bahasa, tradisi, tetapi juga budaya.

“Menurut saya hal-hal yang sifatnya bisa mengundang rasisme sebaiknya dihindari, masing- masing kita menahan diri agar tidak mengeluarkan statement – statement atau pernyataan-pernyataan yang bisa dikategorikan ke dalam pernyataan yang rasis itu,” kata Menag kepada wartawan usai menutup Musabaqah Hafalan Al-Quran dan Hadist (MHQH) tingkat Nasional VIII di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kemenag Jakarta, Kamis (31/3).

Menag mengajak semua pihak untuk menjaga keragaman yang ada dan  menahan diri dari segala bentuk tindakan rasis. “Kita semua agar menahan diri,  memaklumi perbedaan, dan tidak justru mengembangkan atau membesar-besarkannya,” tuturnya.

Menag juga berharap pers tidak perlu mengobarkan atau membesarkan hal – hal yang berbau rasis itu. “Kita harus juga menjaga keragaman, kemajemukkan kita sebagai bangsa yang besar,” pintanya.

Menurut Menag,kemajemukan di tengah kehidupan bermasyarakat merupakan hal terpuji sebagaimana Tuhan menciptakan makhluknya yang beraneka ragam.  Karena itu, lanjut Menag, menghormati kemajemukan adalah terpuji dalam keberagamaan karena Tuhan menciptakan keberagaman.

“Keragaman pada diri bangsa ini adalah “sunnatullah” atau ketetapan Tuhan. Maka dari itu, tidak seharusnya manusia memaksakan keseragaman. Sebaliknya, manusia harus menyikapi perbedaan dengan kearifan,” pungkas Menag Lukman Hakim Saifuddin.

Acara Penutupan MHQH itu dihadiri oleh Dubes Kerajaan Arab Saudi Mustafa Ibrahim Al-Mubarak, mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier, pejabat Eselon I, dan peserta MHQH. (Humas Kemenag/ES)

Berita Terbaru