Kerjasama Perdana Presiden Jokowi, Impor Minyak Hemat Rp 15 Triliun

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 1 November 2014
Kategori: Berita
Dibaca: 51.227 Kali
Presiden Jokowi mengantar Wakil Presiden Republik Angola, di Istana Merdeka, Jumat (31/10)

Presiden Jokowi mengantar Wakil Presiden Republik Angola, di Istana Merdeka, Jumat (31/10)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (31/10) menerima kunjungan kehormatan Wakil Presiden Republik Angola Manuel Domingos Vicente. Sebelumnya, Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Republik Angola Manuel Domingos Vicente telah menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bidang energi yang memungkinkan Pemerintah RI melalui Pertamina membeli minyak dari Sonongol.

“Hari ini diteken MoU antara Pertamina dan Sonongol EP, dua-duanya BUMN. Ini kerja sama pertama pemerintahan saya,” kata Presiden seusai meyaksikan penandatanganan kerjasama yang dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Dirut PT Pertamina Muhamad Husen dan Executive Administration Sonangol EP Mateus Neto.

Dengan kerjasama itu, menurut Presiden, Indonesia akan mengimpor minyak langsung dari perusahaan nasional Angola yang memproduksi hasil bumi tersebut.

Presiden meminta agar kerja sama itu dapat segera terwujud dalam waktu dekat. , Ia memberikan tenggat waktu satu pekan pada Kementerian ESDM untuk merealisasikan kerjasama tersebut.

“Bukan hanya MoU terus tidak jadi. Harus jadi sesuatu yang berguna bagi negara kita,” ucap Jokowi usai mengantar Wakil Presiden Angola ke mobilnya.

Hemat Rp 15 Triliun

Menteri ESDM Sudirman Said yang mendampingi Presiden Jokowi menjelaskan, dengan kerjasama ini, Pertamina akan membeli minyak langsung pada Sonangol. Selain itu,  Sonangol bersama Pertamina akan bersama-sama membangun kilang minyak di Indonesia.

Sudirman menambahkan, apabila kerjasama pertama yang ditandatangi Presiden Jokowi ini terealisasi, maka Indonesia bisa menghemat 2,5 juta dolar AS perhari atau Rp 15 triliun dalam satu tahun. Bahkan apabila 100 ribu barel minyak dalam satu hari dipasok oleh Angola, maka seperempat impor Indonesia sudah dipenuhi oleh satu perusahaan yang memiliki pasokan yang berkelanjutan.

“Jadi minimal supply-nya jangka panjang, kemudian tinggal kita bicara harga,” papar Sudirman.

Ia menjelaskan, Pertamina dan Sonangol juga akan membuat perusahaan joint venture. Karena itu, perwakilan dari Angola akan terus berada di Indonesia selama sepekan untuk membahas detail kerjasama ini. (Humas Setkab/ES)

Berita Terbaru