Keterangan Pers Menteri Luar Negeri mengenai Penanganan Arus Masuk WNI dan Pembatasan Perlintasan WNA setelah Rapat Terbatas melalui Video Conference, 31 Maret 2020, di Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 31 Maret 2020
Kategori: Berita
Dibaca: 1.729 Kali

Menteri Luar Negeri (Retno LP Marsudi)
Baik. Terima kasih Pak Menko.

Teman-teman wartawan yang saya hormati,
Dengan semakin besarnya tantangan penyebaran COVID-19 di hampir seluruh negara di dunia, maka pada hari ini Bapak Presiden baru saja memimpin Rapat Terbatas, terutama untuk membahas dua hal. Yang pertama adalah mengenai lalu lintas kepulangan WNI, yang kedua adalah pengaturan lalu lintas kunjungan atau transit orang asing ke wilayah Indonesia.

Sebagaimana Teman-Teman dan Ibu-Bapak ketahui, pemerintah Indonesia terus berusaha untuk menangani penyebaran COVID-19 di dalam negeri dan sekaligus melakukan perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri semaksimal mungkin. Presiden secara jelas menyampaikan mengenai pentingnya untuk memberikan perlindungan terhadap WNI di luar negeri kemudian melindungi kesehatan WNI terhadap kemungkinan terpapar COVID-19 dan pada saat yang sama juga melindungi wilayah dan rakyat Indonesia secara lebih luas terhadap kemungkinan terpapar COVID-19 lebih jauh lagi. Kita juga memahami, tadi Pak Menko juga sudah sampaikan, bahwa hampir semua negara telah melakukan pembatasan pergerakan lalu lintas orang dengan segala variasinya, yang tentunya disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing-masing negara.

Teman-teman,
Tidak ada kebijakan yang one fits for all. Kebijakan-kebijakan ini tentunya membawa dampak terhadap keberadaan WNI di luar negeri, tadi juga sudah disampaikan oleh Pak Menko PMK. Salah satunya menyangkut kepulangan WNI ke Indonesia dalam jumlah yang jauh lebih besar dari massa yang biasa. Kita berusaha melihat dari klasternya, dua kepulangan WNI yang sangat menonjol saat ini, yaitu kepulangan WNI dari Malaysia sebagai dampak dari pemberlakuan MCO (movement control order) dan yang kedua adalah kepulangan para ABK WNI sebagai dampak pemberhentian sementara operasi kapal-kapal pesiar di mana mereka bekerja.

Di tengah berbagai pembatasan yang berlaku di masing-masing negara yang bervariasi tadi, perwakilan Republik Indonesia di luar negeri terus berusaha secara maksimal memberikan bantuan bagi WNI yang terdampak dari aturan-aturan tersebut, termasuk isu terkait pemulangan WNI dari Malaysia dan juga ABK. Nanti secara terpisah saya sampaikan juga mengenai masalah jemaah tablig.

Sebagaimana teman-teman ketahui, bahwa dari segi jumlah maka WNI kita yang tinggal dan bekerja di Malaysia jumlahnya sudah dapat dipastikan melebihi angka 1 juta orang, jadi jumlahnya cukup besar. Sementara data yang kita bisa himpun, untuk ABK yang bekerja di kapal-kapal pesiar jumlahnya adalah sekitar 11.838 yang bekerja di 80 kapal. Jumlah ini mungkin dari waktu ke waktu akan terus bergerak sesuai dengan data-data yang masuk ke kami.

Saya ingin sedikit memberikan beberapa contoh bantuan seperti apa yang selama ini sudah diberikan oleh perwakilan kita di luar negeri. Misalnya, untuk ABK kita memastikan bahwa hak-hak mereka para ABK WNI kita dipenuhi oleh perusahaan di mana mereka bekerja. Tadi pagi misalnya, contoh yang lain, Subuh waktu di Indonesia pukul 5, berarti di Malaysia pukul jam 6, saya sudah melakukan komunikasi dengan Konjen (Konsulat Jenderal) kita di Johor Bahru yang pada saat itu sudah berada di Pelabuhan Stulang Laut untuk memastikan bahwa proses teman-teman kita yang ingin pulang dapat berjalan dengan lancar. Saya juga melakukan komunikasi dengan Konjen RI di Kuching dan KJRI terus memberikan bantuan bagi WNI yang memang ingin pulang. Untuk (WNI dari) Kuching mereka pulang melalui batas darat.

Teman-teman,
Mengenai jemaah tablig, data yang kita peroleh, sekali lagi jumlah yang pasti kita tidak pernah tahu, tetapi at least dari data yang kita peroleh sampai saat ini maka jumlah jemaah tablig yang ada di data kita adalah sekitar 1.456 dan 731 di antaranya berada di India.

Teman-teman yang saya hormati,
Tadi Pak Menko sudah menyampaikan mengenai protokol kesehatan yang berlaku setiba para WNI di pintu-pintu masuk di Indonesia. Maka beberapa protokol yang sudah kita berlakukan dan akan terus kita berlakukan antara lain adalah pemeriksaan kesehatan tambahan di pintu ketibaan. Yang kedua, teman-teman kita yang baru tiba wajib mengisi health alert card yang disiapkan oleh Kementerian Kesehatan. Pak Menko tadi juga sudah menyampaikan, bagi yang menunjukkan gejala maka akan ditangani lebih lanjut, yaitu kemudian akan dilakukan karantina secara terpisah dan ditangani lebih lanjut. Bagi yang tidak menunjukkan gejala maka sangat dianjurkan bahwa mereka tetap melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

Tadi di dalam rapat Pak Menkominfo menyampaikan mengenai aplikasi PeduliLindungi yang dapat digunakan untuk memantau pergerakan-pergerakan kita. Jadi aplikasi PeduliLindungi ini mohon untuk dapat dipergunakan, sekali lagi selain untuk menjaga kita sendiri kita juga perlu menjaga lingkungan kita

Hal lain yang sudah disampaikan oleh Pak Menko tetapi ingin sedikit saya sampaikan juga adalah bahwa di pintu-pintu masuk akan diperkuat dan diberdayakan sehingga akan mampu melakukan pengecekan kesehatan dan protokol kesehatan lainnya yang tadi saya sudah sebutkan.

Teman-teman,
Untuk kasus di Malaysia, sejauh ini perwakilan Republik Indonesia telah berusaha untuk memberikan bantuan logistik kepada para WNI kita. Sejauh ini sudah lebih dari 3 ribu bantuan logistik yang diberikan dan ini akan kita lanjutkan, tentunya sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan situasi di negara tersebut, dalam hal ini Malaysia yang dalam status MCO. Tentunya pemberian-pemberian bantuan logistik ini karena ini berada di negara lain maka akan terus kita koordinasikan dengan otoritas Malaysia. Kementerian Luar Negeri dan perwakilan kita di Malaysia terus berusaha berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Malaysia. Itu adalah bagian pertama.

Bagian kedua teman-teman, mengenai masalah pengaturan lalu lintas kunjungan dan transit orang asing ke wilayah Indonesia, maka Presiden sudah memutuskan bahwa kebijakan yang ada selama ini perlu diperkuat. Jadi saya ulangi, kebijakan yang sudah ada perlu diperkuat.

Dan telah diputuskan bahwa semua kunjungan dan transit warga negara asing ke wilayah Indonesia untuk sementara akan dihentikan. Tentunya larangan masuk ini ada beberapa pengecualian, termasuk di antaranya adalah untuk pemegang kartu KITAS, KITAP, untuk pemegang izin tinggal diplomatik, pemegang izin tinggal dinas, dan lain-lain dengan tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan yang berlaku. Jadi sekali lagi, ada pengecualian tetapi secara umum maka semua kunjungan dan transit warga negara asing ke wilayah Indonesia sementara akan dihentikan. Detail dari kebijakan ini akan kita sampaikan pada kesempatan yang terpisah. Dan kebijakan baru ini akan dituangkan di dalam permenkumham yang baru.

Demikian teman-teman yang dapat saya sampaikan.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sesi Tanya Jawab

Menteri Luar Negeri (Retno LP Marsudi)
Terima kasih Pak Menko.

Izin menambahkan sedikit saja mengenai masalah WNI yang lainnya. Saya kira pada saat kami tadi menyebutkan mengenai masalah protokol kesehatan yang diberlakukan untuk semua WNI yang kembali ke Indonesia ini tentunya juga berlaku bagi para WNI kita dari manapun, termasuk para pekerja yang datang dari Hong Kong misalnya tadi yang disebutkan. Jadi yang kita siapkan adalah protokolnya yang berlaku bagi semua WNI yang kembali ke tanah air.

Kemudian tadi Pak Menko menjelaskan juga mengenai ABK, betul bahwa tidak semua ABK pulang karena di dalam kapal-kapal pesiar tersebut ada yang disebut apa yang dinamakan minimum safe manning dalam artian ada beberapa awak yang memang diperlukan tetap untuk bekerja di kapal tersebut, dan ini tentunya juga atas kesepakatan dengan para awak. Ada yang mengatakan bahwa saya pulang, ada yang mengatakan saya akan tetap bekerja. Jadi tidak semuanya pulang. Angka tersebut adalah angka perkiraan. Perkara nanti siapa yang pulang tentunya nanti kita akan update angkanya lebih jauh lagi.

Pertanyaan mengenai kapan (pengaturan lalu lintas kunjungan dan transit orang asing ke wilayah Indonesia) akan berlaku, sebagaimana tadi saya sampaikan bahwa yang kita sampaikan adalah roh besar dari peraturan yang akan kita keluarkan tetapi detailnya akan segera kita keluarkan. Mudah-mudahan pada hari ini kita sudah bisa keluarkan dan Pak Menkumham sudah mempersiapkan permenkumham. Jadi oleh karena itu saya tidak jelaskan sekarang kapan akan berlaku tetapi akan berlaku secepat mungkin.

Terima kasih.

Berita Terbaru