Keterangan Pers Presiden Joko Widodo Terkait Program Kelistrikan PLN, Di Kantor Pusat PLN, Jakarta, 7 April 2015

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 8 April 2015
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 29.293 Kali

admin-ajax.php_Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Target yang kita berikan kepada PLN, ini bukan target yang ringan. Target yang kita berikan pada PLN ini bukan sebuah target yang ringan. Dalam 5 tahun harus bisa mencapai target 30, yang kemarin saja 8 tahun, tidak kesampaian, ini 35 ribu, sehingga saya perlu datang kesini untuk menyampaikan langsung kepada manjemen, pada general manajer-general manajer, kepada kepala-kepala divisi bahwa target ini bukan target main-main, tetapi target yang realistis tetapi, harus dicapai dengan kerja keras.

Dan saya bertemu tadi, hanya target ini bukan sesuatu yang tidak bisa dicapai, Insya Allah bisa. Kali ini sudah kita hitung-hitung kemarin dengan Pak Dirut, mungkin akan tercapai kira-kira 11 ribu Megawatt. Sudah ketemu mana titik mana powerplant yang mana, pembangkit listrik yang mana, lokasinya dimana, sudah ketemu  11 ribu.

Tahun depan kira-kira 10 ribu, sudah, kalau sudah tercapai ya sudah 2 tahun 21 ribu sudah enteng. Karena apa tanpa itu, tanpa listrik nggak mungkin kita ingin membangun industri. Tanpa listrik nggak mungkin yang namanya hotel-hotel itu, bahasa baru itu bisa menyala lampunya, industri pariwisata, sentra-sentra industri kita, kawasan ekonomi khusus kita, listrik rumah tangga di semua kota, rumah di luar Jawa. yang defisit listrik. Yang defisit listrik tidak hanya satu, dua, tiga provinsi , tidak hanya satu, dua, tiga kota, hampir semuanya. Karena memang kita terlambat, sangat terlambat, ini yang mau kita kejar.

Nanti tehnis biar disampaikan pak Dirut, tetapi secara total tadi saya sampaikan akhir tahun ini kira-kira 11 ribu akan tercapai, tahun depan kira-kira 10 ribu akan tercapai. Ada yang dari APBN, ada yg dari pinjaman PLN, ada yang IPP.  Insya allah akhir bulan ini kita akan kesana. Investasi banyak yang lokal, banyak juga yang dari luar.

Sekali lagi kebutuhan listrik ini kita besar, kalau dikerjakan sendiri oleh PLN berpuluh tahun nggak akan tidak tercapai. Kebutuhan untuk 35 ribu itu butuh kira-kira 1.200 triliun. Nggak mungkin PLN itu kerjain sendiri.

Yang paling penting listrik itu ada, tidak ada defisit listrik di wilayah, tidak ada defisit listrik di provinsi, rakyat bisa menikmati listrik. Syukur dengan harga yang kompetitif, bisa murah karena tadi saya tekankan juga efisiensi PLN harus, sehingga subsidi PLN juga saya sampaikan akan kita minuskan Rp 30 triliun.

Masalah-masalah perizinan, masalah-masalah pembebasan lahan itu yang harus pemerintah bantu, contoh di Batang itu, Pak JK turun sendiri, saya turun sendiri, menteri  turun sendiri, Dirut turun sendiri, memang diperlukan. Misalnya di Medan, Sumatera Utara, Dirut PLN turun sendiri, menteri turun sendiri, memang seperti itu, untuk memecahkan masalah, kalau nggak tahu lapangannya gimana?.

Cukup,

Selamat Sore.

(Humas Setkab)

Transkrip Pidato Terbaru